Mohon tunggu...
MOHAMMAD MARKABAN
MOHAMMAD MARKABAN Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa PPG DALJAB

Sulitnya belajar di era pandemi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Profesionalisme Dasar Guru

6 Desember 2020   09:25 Diperbarui: 6 Desember 2020   09:29 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Menjadi seorang guru yang profesional bukanlah hal yang mudah. Guru dituntut untuk mampu menguasai kelas di setiap situasi dan kondisi pembelajaran. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, mimat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Guru harus mempunyai pola pikir yang mampu membuat pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Selain itu, guru perlu memiliki kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang dialami oleh setiap peserta didik.

            Salah satu tugas guru, dan yang utama, adalah mengajar. Setiap hari, ia mencurahkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya demi masa depan yang cerah bagi anak didiknya. Guru berusaha semampunya agar peserta didik mampu menyerap dengan tuntas ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukannya. Guru pun tak segan untuk bergelut dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, guru tak pernah merasa takut jika kelak peserta didiknya lebih pandai dari dirinya. Tidak pernah pula merasa bahwa dengan memberikan ilmu akan mengurangi ilmu yang dimilikinya.

            Heterogen, adalah istilah yang tepat ketika berada dalam satu kelas. Berbagai karakter peserta didik membaur dalam kemajemukan yang membuat kelas menjadi berwarna. Hal ini menjadi kemewahan sekaligus tantangan bagi guru. Dari kemajemukan dalam kelas, guru dapat menggali potensi yang tersimpan dalam diri anak didiknya. Namun, kemajemukan tidak menjadi keuntungan jika guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran, terutama pada pembelajaran di SD, ada saja satu atau beberapa siswa yang bertingkah, entah hanya sekadar untuk mendapatkan perhatian ataupun memang sedang berada pada titik jenuh. Tantangan ini menuntut guru untuk selalu belajar mengelola kelas yang berjalan dinamis setiap harinya.

            Profesionalitas guru juga dapat dikur dari penggunaan perangkat pembelajaran. Variasi pendekatan, strategi, metode, sumber dan media pembelajaran yang digunakan guru akan sangat menentukan kondisi kelas dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Semakin variatif, maka akan semakin banyak inovasi pembelajaran yang ditemukan guru dan peserta didik. Dalam setiap penggunan pendekatan, strategi, metode, sumber, maupun media pembelajaran, guru perlu melakukan kegiatan refleksi. Refleksi dilakukan untuk meninjau kembali efektifitas penggunaan perangkat pembelajaran tersebut. Hasil kegiatan refleksi ini dapat menjadi bahan masukan internal guru demi peningkatan kualitas pembelajaran.

            Selain itu, komunikasi yang efektif menjadi kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Di dalam kelas, komunikasi guru yang efektif, baik secara lisan maupun tertulis, dalam menyampaikan materi, bertanya, dan memberikan reward and punishment menjadi sangat penting. Dengan komunikasi efektif, relasi positif antara guru dan peserta didik akan terbangun. Relasi yang positif akan memudahkan guru mewujudkan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menantang, dan menyenangkan.

            Dalam menjaga profesionalitasnya, guru dituntut untuk melakukan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan. Guru harus melakukan kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif sesuai Permenpan-RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Guru juga perlu diukur kinerjanya secara periodik. Supervisi internal dari sekolah maupun eksternal dari masyarakat sangat diperlukan demi terjaganya profesionalitas guru. Dengan guru yang profesional dan bermartabat, masa depan bangsa Indonesia berada di tangan yang tepat. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun