Mohon tunggu...
Septino Restu NL
Septino Restu NL Mohon Tunggu... Asik Bersahabat

Suka jalan-jalan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

"Jaran Lumping", Hiburan Masa lalu yang Masih Menjadi Primadona

28 Februari 2020   06:08 Diperbarui: 29 Februari 2020   09:24 42 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Jaran Lumping", Hiburan Masa lalu yang Masih Menjadi Primadona
Dok. Pri

Seiring dengan perkembangan zaman, budaya tradisional yang di wariskan oleh nenek moyang kepada generasi selanjutnya sedikit demi sedikit semakin berkurang eksistensinya. Moderenisasi yang begitu pesat menjadi salah satu faktor melorotnya eksistesi budaya tradisional, tidak terkecuali dengan budaya tradisional dalam bentuk hiburan. Kesenian Jaran lumping atau yang biasa di sebut dalam bahasa indonesia adalah kuda lumping salah satunya.

Jaran lumping biasa di temui di daerah jawa salah satunya yaitu di daerah brebes. Jaran lumping sendiri merupakan hiburan masyarakat berupa tarian yang menggunakan alat praga berupa propeti kuda-kudaan. Menariknya pemain dalam hiburan ini tidak hanya menari saja, tak jarang merka juga kemasukan mahluk astral atau kesurupan sehingga mereka bisa saja melakukan hal-hal yang aneh atau tidak lazim.

Para pemain jaran lumping yang kesupan akan melakukan hal-hal yang tidak lzim, diantaranya yaitu memakan beling, memakan silet, berjalan di atas api atau bara. Terkadang mereka juga bisa lepas kontrol dan menyerang para penontonnya.

Di Brebes tepatnya di Desa Grinting Kec. Bulakamba, jaran lumping masih menjadi hiburan tradisional yang masih di minati oleh masyarakat. Pada saat pelantikan dan tasyakuran kades Desa Grinting (Kamis, 27/02) untuk periode 2020-2026, jaran lumping adalah hiburan yang di sugukan ke masyarakat.

Dok. Pri
Dok. Pri

Ibu puji salah satu penonton sangatlah terhibur dengan pertunjukan ini "jaran lumping seru, lebih bagus dari hiburan yang lain, setiap saya melihat jaran luping merasa tehibur walaupun deg-degan, takut di sepak/diserang". 

Begitu serunya hiburan ini bahkan ada yang merasa kurang lama pertunjukannya "kurang lama ini jaran lumpingnya, seharusnya biar sampai sore" tambah ibu Siti, padahal pertujukan dilakukan selama 3 jam. Antusisas masyarakat sangatlah tinggi untuk menyaksikan kesenian ini.

VIDEO PILIHAN