Rudy Haryanto
Rudy Haryanto Blogger

Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS

Selanjutnya

Tutup

Regional

September 2015, Bulan Paling Kritis Abad 21 Bagi Umat Manusia

31 Agustus 2015   16:44 Diperbarui: 31 Agustus 2015   16:44 8613 1 2
September 2015, Bulan Paling Kritis Abad 21 Bagi Umat Manusia
September 2015, Bulan Paling Kritis Abad 21 Bagi Umat Manusia

Mengapa bulan September 2015 merupakan bulan paling kritis bagi umat manusia ?!? Karena pada bulan tersebut ada beberapa kejadian yang mungkin bisa terjadi dan akan mengubah kehidupan manusia di bumi, diantaranya:

1) TETRAD BLOODMOON TERAKHIR ABAD INI

Gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon) pertama kali terjadi pada hari raya Yahudi tanggal 15 April dan 8 Oktober 2014 serta 4 April 2015 dan akan terjadi pada tanggal 28 September 2015 tersebut merupakan gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon) terakhir dalam abad ini

Menurut Mark Biltz (pencetus teori gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon)), kejadian tersebut baru akan terjadi kembali sekitar 500 tahun kemudian. Mark Biltz juga menemukan bahwa 7 gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon) sebelumnya yang terjadi dalam abad 21 tersebut selalu berhubungan dengan suatu kejadian yang mempunyai dampak bagi Israel, bahkan dua kejadian gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon) yang terakhir berhubungan dengan kemerdekaan Israel 1948 dan kembalinya kota Yerusalem kepada Israel

Pengamat gerhana lainnya berpendapat bahwa apabila gerhana matahari terjadi pada hari raya Yahudi, SESUATU YANG BESAR AKAN TERJADI DI DUNIA

2) KEJATUHAN PEREKONOMIAN

Dalam bulan September 2015 akan ada 1 gerhana bulan yang jatuh pada salah satu hari raya Yahudi, yaitu Sukkot (Pondok Daun) pada tanggal 28 September 2015 dan 1 gerhana matahari partial yang jatuh pada tanggal 13 September 2015 atau dalam penanggalan Yahudi jatuh pada tanggal 29 Elul 5775 (hari terakhir di tahun Shemitah 5775) dan juga pada hari yang sama setelah maghrib merupakan tanggal 1 Tishri tahun Yubilum 5776

Berbicara mengenai tanggal 29 Elul, Jonathan Cahn (penulis buku "The Harbinger" dan "The Mystery of Shemitah") menjelaskan dalam bukunya bahwa pada tanggal 29 Elul tahun 5161 (tahun Shemitah dalam penanggalan Yahudi), perekonomian Amerika Serikat jatuh dan terulang kembali 7 tahun kemudian, dimana dalam tahun Shemitah 5768 (tahun Shemitah dalam penanggalan Yahudi) perekonomian Amerika Serikat kembali jatuh

Pada tanggal yang sama (29 Elul), bahkan pada jam yang sama, Jonathan Cahn mengungkapkan bahwa apabila Tuhan masih menggunakan patron yang sama, tahun 2015 yang merupakan tahun ke-7 sejak 2008 (tahun Shemitah 5768 dalam penanggalan Yahudi) pada tanggal 29 Elul 5775 (13 September 2015) akan terjadi KEJATUHAN PEREKONOMIAN YANG SANGAT BESAR di Amerika Serikat yang akan berdampak pada perekonomian dunia

Adakah hal tersebut merupakan suatu kebetulan bahwa KEJATUHAN PEREKONOMIAN YANG SANGAT BESAR di Amerika Serikat akan terjadi pada hari yang sama (saat gerhana matahari terjadi) di HARI RAYA SANGKAKALA (ROSH HASHANAH (ראש השנה)) tanggal 13 September 2015 ?!? Waktu akan membuktikan

Seperti bola salju, apabila perekonomian negara super power jatuh, akan terjadi efek domino ke seluruh penjuru dunia, dimana resesi ekonomi besar-besaran akan melanda seluruh dunia dan kelaparan akan merajalela

3) PATRON/POLA SESUATU YANG BESAR TERJADI DI HARI RAYA/HARI BESAR

Bagi umat Judeo-kristiani yang menantikan kedatangan Yesus Kristus (Yesyua Hamasyiakh) kedua kalinya, bulan September setiap tahun merupakan bulan yang penting, karena dalam bulan September ada 3 perayaan yang belum digenapi saat kedatangan Yesus Kristus (Yesyua Hamasyiakh) yang pertama dan tertulis dalam kitab Imamat, diantaranya:

a) HARI RAYA SANGKAKALA (ROSH HASHANAH (ראש השנה)) pada tanggal 13 September 2015

HARI RAYA SANGKAKALA merupakan hari raya yang menandakan tahun yang baru (tahun Yubilum 5776 dalam penanggalan Yahudi), di mana sangkakala/serunai/shofar/terompet ditiup dan pada tanggal 13 September 2015 (HARI RAYA SANGKAKALA) akan terjadi gerhana matahari partial

b) HARI RAYA PENDAMAIAN (YOM KIPPUR (יום כיפור)) pada tanggal 23 September 2015

Tahun Yubilum 5776 (dalam penanggalan Yahudi) umat Yahudi memasuki tahun Yobel, dimana dalam tradisi Yahudi, tahun Yobel dirayakan bersamaan dengan HARI RAYA PENDAMAIAN yang dibuka dengan meniup sangkakala (shofar) yang tidak hanya menjadi tanda dimulainya perayaan, namun juga menjadi seruan pembebasan bagi para budak dan pembebasan lahan pertanian)

HARI RAYA PENDAMAIAN merupakan hari dimana manusia bertobat dan meninggalkan perbuatannya yang jahat serta berdamai dengan Allah

Antara HARI RAYA SANGKAKALA dan HARI RAYA PENDAMAIAN ada tenggang waktu 10 hari, sehingga meskipun tanggal 13 September 2015 telah masuk dalam tahun Yobel, namun perayaan Tahun Yobel baru akan dirayakan pada HARI RAYA PENDAMAIAN

10 hari diantara HARI RAYA SANGKAKALA dan HARI RAYA PENDAMAIAN merupakan hari-hari dimana Tuhan memberi kesempatan bagi jiwa-jiwa untuk bertobat, menerima keselamatan dari padaNya serta dibebaskan dari perbudakan dosa dan merupakan saat-saat dimana pertobatan serta panen jiwa besar-besaran terjadi

HARI RAYA PENDAMAIAN juga mengacu pada hari kedatangan Yesus Kristus (Yesyua Hamasyiakh) yang ke-2 kali setelah masa tribulasi (kesesakan besar 7 tahun), dengan catatan apabila pengangkatan terjadi di awal masa tribulasi (kesesakan besar 7 tahun)

c) HARI RAYA TABERNAKEL atau HARI RAYA PONDOK DAUN (SUKOT (סכות))

HARI RAYA PONDOK DAUN merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober (tepatnya pada tanggal 15 Tisyri dalam penanggalan Yahudi)

Perayaan tersebut disebut (SUKOT (סכות)) dalam bahasa Ibrani, karena aspek utama dari tersebut adalah sebuah pondok (sukkah) dan merupakan salah satu dari 3 hari raya ziarah bagi orang Yahudi dan dalam masa perayaan tersebut, umat Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan

HARI RAYA PONDOK DAUN menandakan berakhirnya musim panen, dimana para petani datang ke Yerusalem bersama keluarga mereka untuk bersyukur atas hasil panen yang telah mereka terima dan selama masa perjalanan ke Yerusalem mereka tinggal di dalam pondok tersebut. Selama HARI RAYA PONDOK DAUN berlangsung, umat Yahudi makan bersama dan menghabiskan sepanjang hari mereka di dalam pondok tersebut

Pada tanggal 28 September 2015 gerhana bulan yang terakhir dari 4 gerhana dalam gerhana bulan merah (Bloodmoon Tetrad) akan terjadi dan merupakan gerhana bulan merah (Tetrad Bloodmoon)yang terbesar serta dapat dilihat dari Yerusalem, sehingga disebut SUPER BLOODMOON. Akankah sesuatu terjadi atas Israel ?!? Hanya waktu yang bisa membuktikan

Pola dimasa lalu menunjukan hal-hal yang telah Tuhan telah lakukan terjadi di hari besar, yaitu dalam 4 hari pertemuan kudus ataupun hari raya Yahudi. Apakah dalam bulan September 2015 akan terjadi sesuatu ?!? Hanya Tuhan yang mengetahuinya, namun alangkah sangat baik jika kita bersiap-siap/berjaga-jaga daripada ditemukan sedang dalam keadaan hidup berlumuran dosa

4) ANCAMAN PERUBAHAN CUACA YANG EKSTRIM

Sekretaris Negara Amerika John Kerry menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius ke Departemen Luar Negeri di Washington DC pada pertengahan bulan Mei 2014 lalu untuk membahas berbagai isu, mulai dari masalah Iran , Suriah hingga perubahan iklim, dimana Laurent Fabius mengingatkan bahwa hanya 500 hari yang dimiliki dunia untuk menghindari "kekacauan iklim" dan apabila dunia tidak dapat melakukan perbaikan, diprediksi akan terjadi perubahan iklim yang ekstrim dan kacau. 500 hari tersebut akan jatuh pada bulan September 2015

Akankah terjadi perubahan iklim drastis ?!? Hanya waktu yang dapat menjawab, namun alangkah sangat baik jika kita bersiap-siap/berjaga-jaga daripada tertangkap dalam keadaan hidup berlumuran dosa

SUMBER : September 2015, Bulan Paling Kritis Abad 21 Bagi Umat Manusia

By: Rudy Haryanto