Mohon tunggu...
Laurensius Andre Pradipta
Laurensius Andre Pradipta Mohon Tunggu... Departement Of Political Science, Brawijaya University

Departement Of Political Science, Brawijaya University

Selanjutnya

Tutup

Politik

Eskalasi Konflik Diplomatik Perancis dan Turki

26 Oktober 2020   20:41 Diperbarui: 26 Oktober 2020   21:24 83 1 0 Mohon Tunggu...

Pendahuluan

Benua Eropa merupakan benua yang mempunyai pengaruh yang cukup besar dan signifikan bagi perkembangan dunia, tidak terkecuali dinamika geopolitik di benua itu sendiri bagaimana tidak dari seluruh daratan eropa hampir semua mayoritas negara eropa berkiblat Barat dan ada juga yang berkiblat ke timur. 

Selain itu eropa sendiri mempunyai pakta Pertahanan yang sampai sekarang cukup eksis yaitu NATO ( North Atlantic Treaty Organization) atau Pakta Atlantik Utara yang  beranggotakan mayoritas negara Eropa ditambah Amerika Serikat. yang menarik dalam Benua Eropa dalam isu -isu kali ini yaitu memanasnya hubungan antara Perancis dan Turki yang didalamnya saling berebut pengaruh dan saling konflik kepentingan di dalamnya. 

ISI

Perselisihan antara Turki dan Perancis pun sebenarnya berkutat pada isu isu yang cukup menarik mulai dari konflik kepentingan geo politik di benua lain hingga masalah sekulerisme yang ingin dipertahankan di Perancis. Hubungan Perancis dan Turki yang mulai memanas awal sebenarnya ketika masalah imigran yang pada waktu itu Turki menuduh Uni Eropa tidak mematuhi perjanjian imigran pada tahun 2016, 

setelah itu konflik Libya menjadi titik panasnya hubungan ini ketika Turki mendukung secara politik terhadap pemerintahan yang sah di Libya sedangkan Perancis mendukung pasukan Khalifa Haftar. disini terlihat bahwa konflik kepentingan geopolitik sangat terlihat dan mewarnai panasnya hubungan Perancis dan turki , 

kedua negara ini saling berebut pengaruh di Benua Afrika dan di Eropa bagian Balkan. Turki sendiri mempunyai alasan yang masuk akal ketika menyebarkan pengaruhnya di negara tetangga nya seperti Azerbaijan maupun Armenia karena Turki dari faktor apapun mereka lebih unggul dari segala aspek mulai dari politik hingga ekonomi sehingga wajar mereka ingin sekali menancapkan pengaruhnya di kawasan regional tersebut

sedangkan Perancis ingin memperluas daerah kepentingannya setelah Afrika dan wilayah Oceania sekarang menargetkan negara negara di Balkan maupun di negara-negara Pengunungan Kaukasus dimana wilayah Balkan maupun negara negara yang ada di Pengunungan Kaukasus juga sedang dibawah tekanan kepentingan Turki.  

Selain itu yang terbaru adalah ketika Turki mempertanyakan isu isu sekulerisme yang ingin dilestarikan perancis pada waktu yang lalu justru menjadi kontradiktif ketika Presiden Perancis Emmanuel Macron menyudutkan Umat Muslim di pada kasus terbunuhnya guru  di Perancis yang bernama Samuel Paty oleh remaja 18 tahun yang bernama Abdullah Anzorov, yang membuat turki menjadi murka lalu merespon dengan Erdogan mengatakan bahwa Emmanuel Macron membutuhkan pemerikasaan mental 

lalu Perancis  merespon dengan keras yang membuat Perancis menarik dubes nya dari Turki sebagai balasan respon yang keras dari Turki hubungan yang panas ini saya prediksi akan berlangsung sampai akhir tahun ini dengan segala dinamika yang akan mewarnai kondisi geopolitik kedepannya. hubungan yang panas antara turki dan perancis ini bisa jadi akan mempengaruhi kestabilan Eropa bahkan ke Pakta Atlantik Utara tersebut, bahkan yang terbaru adalah ketika Perancis dan Turki saling mengeluarkan kapal perang dari kedua negara tersebut di Laut Mediterania karena masalah geopolitik di sekitaran Laut Mediterania

 meski cenderung " Gertak Sambel" akan tetapi jika eskalasi ini terus memuncak tidak bisa dipungkiri akan ada upaya yang lebih dari sebelumnya selain itu dari sudut konflik kepentingan yang terbaru ketika kedua negara ini saling perang pengaruh di tengah konflik Nagorno Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan, dan kedepannya pasti ada dinamika yang akan terjadi kedepannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN