Mohon tunggu...
LatihID
LatihID Mohon Tunggu... Start-up Sosial

Start-up sosial yang menyediakan platform E-learning untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Membangun Brand Equity agar Bisnis Tak Kalah Saing di Pasaran

23 Februari 2021   10:55 Diperbarui: 23 Februari 2021   16:38 53 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membangun Brand Equity agar Bisnis Tak Kalah Saing di Pasaran
Pengertian brand equity dalam ilustrasi | sumber: fourweekmba.com

Berapa banyak orang yang rela mengantri panjang, demi segera mengganti gadget mereka saat produk-produk terbaru keluaran Apple resmi dirilis di pasaran? Hal ini tentunya sudah menjadi hal yang lumrah dan tidak aneh lagi, bahkan hampir di beberapa negara, bukan hanya di Indonesia saja. 

Penjualan produk-produk Apple yang selalu luar biasa jumlahnya membuktikan bahwa ada lebih dari sekadar kualitas dan desain yang 'khas', yang bisa membuat brand rintisan Steve Jobs ini menjadi sangat diinginkan oleh banyak orang. Padahal, para brand kompetitornya seperti Samsung ataupun Xiaomi pun sudah meluncurkan gadget dengan kualitas yang tidak kalah canggih, tetapi hebatnya Apple berhasil membuat konsumen menganggap produk-produknya sebagai sesuatu yang berharga dan layak dimiliki. 

Tahu nggak, sih, kenapa fenomena itu bisa terjadi? Itu karena Apple sudah berhasil membangun yang namanya brand equity.

Apa Itu Brand Equity?

Brand equity atau ekuitas merek merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan nilai yang diakui serta dimiliki oleh sebuah brand, berdasarkan gagasan bahwa brand yang kuat dan bereputasi lebih sukses.

Mengutip Investopedia, brand equity adalah nilai lebih yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan kompetitornya. Singkatnya, nilai (value) tersebut lah yang membuat sebuah brand atau perusahaan menjadi lebih dikenal oleh konsumen atau lebih 'berkesan'. 

Seberapa Penting Brand Equity?

Ketika perusahaan membangun brand equity yang positif, berarti juga sedang menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumennya, salah satunya adalah membangun kesetiaan atau loyalitas pelanggan. Salah satu contoh brand equity yang dibangun dengan baik adalah merek mie instan terkenal di Indonesia, yaitu Indomie.

Brand equity dapat membangun loyalitas konsumen yang akan mempengaruhi penjualan produk | Sumber foto: topbrand-award.com
Brand equity dapat membangun loyalitas konsumen yang akan mempengaruhi penjualan produk | Sumber foto: topbrand-award.com

Berdasarkan data statistik tersebut, selama empat tahun berturut-turut Indomie tetap menempati posisi pertama dengan penjualan tertinggi untuk kategori mie instan dalam kemasan bag. Tentu saja ini bisa terjadi karena hampir semua orang telah mengenal bahkan mengasosiasikan mie instan itu sendiri sebagai Indomie, yang menjadikan merek ini menjadi lebih 'berkesan'.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN