Mohon tunggu...
La Rosa
La Rosa Mohon Tunggu...

Senang dandan dan bersolek...Menyukai kucing tapi bukan manusia setengah kucing

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Islam Lembaga atau Ajaran

11 Agustus 2012   22:41 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:55 456 19 40 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Islam Lembaga atau Ajaran
1344703604354902865

Membaca artikel pak Agung Webe membuat saya jadi bingung dan sulit berkomentar. Adapun hal yang membuat saya bingung adalah apa yang dikatakan pak Agung tentang penyelamannya terhadap kedalaman sebuah ayat Alquran.

Ayat yang dimaksud adalah Al Quran, Surat Al Imran: 19,“Innaddina ‘Indallahil Islam“ (Sesungguhnya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam)

Menurut pak Agung ayat ini dapat menimbulkan fanatisme kelompok dan berpotensi untuk menyalahkan keyakinan lainnya, dimana kepercayaan bahwa hanya agamaku yang diterima Allah dan hanya agamaku yang benar menjadi slogan kebenaran.

Bahkan dalam tulisan beliau dikatakan ada yang mengartikan ayat tersebut sebagai “Agama yang benar disisi Allah hanyalah Islam”. Dari mana mereka mendapat kata benar itu begitu tanya pak Agung dalam tulisannya.

Yang menjadi masalah menurut tulisan tersebut adalah arti dari Islam itu sendiri. Menurut beliau ada dua makna Islam yang dirancukan orang banyak. Islam sebagai lembaga dan Islam sebagai ajaran.

Sumber Wikipedia mengartikan islam sebagai berserah diri kepada Allah. Itu artinya Islam tidak dipandang sebagai lembaga melainkan sebuah ajaran atau metode.

Menurut penyelaman beliau, Agama Islam dapat diartikan “Jalan berserah diri kepada Allah”. Sehingga ayat “Innaddina ‘Indallahil Islam” dapat kita selami menjadi “Sesungguhnya jalan yang diridhai Allah hanyalah berserah diri kepada Allah”

[caption id="attachment_199658" align="aligncenter" width="300" caption="pohoncahaya.com"][/caption]

So Islam tidak dimaknai sebagai lembaga melainkan sebagai sesuatu yang lebih luas yakni sebagai ajaran. Jika ayat “Innaddina ‘Indallahil Islam” yang sudah kita selami menjadi “Sesungguhnya jalan yang diridhai Allah hanyalah berserah diri kepada Allah” lalu apakah itu hanya monopoli milik lembaga Islam?

Bagian akhir tulisannya beliau mengatakan : Siapa saja yang berjalan di jalan yang didalamnya mengandung langkah berserah diri kepada Allah ia akan diridhai oleh Allah! Apapun nama jalan itu, apapun jenis jalan itu, betapapun banyaknya jalan itu, bila ia menerapkan metode berserah diri kepada Allah, ia akan diridhai olehNya!

Saya mengangkat kembali tulisan ini karena tidak puas dengan hanya tiga orang yang berkomentar ditulisan tersebut. Sementara menurut saya banyak kompasianer yang memiliki wawasan tapi tidak mampir ditulisan ini. Mungkin tidak tahu ada tulisan seperti ini. Menurut saya hal yang diungkapkan pak Agung ini cukup menarik untuk didiskusikan oleh yang berwawasan cukup. Sehingga orang-orang seperti saya dapat memetik banyak pelajaran dari diskusi tersebut. Semoga ada yang mau memberikan pendapatnya.

Salam hormat saya kepada anda semua

****Agung Webe adalah seorang trainer yang telah menulis 15 buku motivasi & pengembangan diri. Dan tulisan yang saya maksud adalah: /Islam bukan sebagai lembaga-namun ajaran berserah diri/

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x