Mohon tunggu...
Mayangthika
Mayangthika Mohon Tunggu... Guru - Guru

Mengajar adalah menyentuh kehidupan dengan cara yang tidak terduga, dan menulis adalah cara untuk membagikan cerita dari hati ke hati

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Benteng Pendem Cilacap: Jejak Sejarah Peninggalan Kolonial Belanda

6 Desember 2023   20:04 Diperbarui: 9 Desember 2023   21:36 289
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: jatengtravelguide.info 

Benteng Pendem di Cilacap terletak di daerah pantai. Benteng ini dibangun di tepi laut, memberikan pemandangan yang indah ke arah Samudra Hindia. Keberadaan di tepi laut ini dapat menambah daya tarik Benteng Pendem sebagai destinasi wisata sejarah dengan suasana alam yang menarik.

Semasa sekolah dulu, saya pernah berkunjung ke benteng ini bersama teman-teman. Kami berlima naik bis dari desa Banyumas ke Cilacap. Tahun 2000an, tarif bis masih murah. Hanya dengan Rp. 7000 sudah bisa bermain sampai ke tepi pantai Cilacap. Bermain sambil belajar sejarah di benteng pendem.

Asal-usul benteng Pendem 

Nama "Benteng Pendem" memiliki asal-usul yang berkaitan dengan sejarah dan peran benteng tersebut pada masa penjajahan Belanda. "Pendem" dalam bahasa Jawa berarti "sembunyi" atau "tersembunyi." Nama ini mungkin merujuk pada strategi pertahanan yang dilakukan di benteng ini, di mana para prajurit atau pasukan dapat bersembunyi atau menyiapkan diri secara tak terlihat dari luar.

Selain itu, nama tersebut bisa juga merujuk pada kondisi geografis atau topografi di sekitar benteng yang mungkin memungkinkan benteng ini tersembunyi atau sulit ditemukan oleh musuh. Penggunaan nama ini sering kali mencerminkan strategi pertahanan yang melibatkan unsur ketidaknampakan dan kejutan dalam menghadapi potensi ancaman.

Dengan demikian, nama "Benteng Pendem" mencerminkan tidak hanya fungsi fisik benteng sebagai struktur pertahanan, tetapi juga strategi dan konsep keamanan yang mendasarinya pada masa lalu.

Benteng Pendem, juga dikenal sebagai Benteng Willem I, merupakan bangunan bersejarah yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Dibangun oleh pihak Belanda pada tahun 1861 selama masa penjajahan, benteng ini awalnya berfungsi sebagai sarana pertahanan untuk melindungi Cilacap dari potensi ancaman musuh. Desainnya yang kokoh dan strategis mencerminkan tujuan militer dan taktis yang dominan pada era pembangunannya.

Pentingnya Benteng Pendem dalam sejarah Indonesia semakin menonjol selama periode Perang Dunia II. Pada tanggal 5 Oktober 1945, benteng ini berhasil direbut oleh para pejuang Indonesia di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soemarto, menandai perjuangan awal dalam merebut kembali kedaulatan Indonesia di Cilacap. Keberhasilan ini menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan menuju kemerdekaan.

Setelah kemerdekaan, Benteng Pendem tetap memegang peranan penting sebagai simbol perjuangan dan keberanian bangsa Indonesia. Saat ini, benteng ini telah dijadikan objek wisata sejarah yang menyajikan warisan bersejarah Cilacap kepada generasi muda dan wisatawan. 

Dengan keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Benteng Pendem terus memikat pengunjung dan menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang perjuangan bangsa ini.

Arsitektur bangunan benteng Pendem 

Benteng Pendem memiliki arsitektur yang mencerminkan gaya militer Eropa pada abad ke-19, khususnya pada masa penjajahan Belanda. Bangunannya terdiri dari dinding-dinding tebal yang kokoh, parit, dan menara pengawas yang memberikan keunggulan taktis. Desainnya didasarkan pada prinsip pertahanan strategis dengan penggunaan batu bata sebagai bahan utama.

Dinding-dinding benteng ini terdiri dari lapisan bahan bangunan yang solid, menciptakan struktur yang tangguh dan tahan lama. Pintu gerbang utama benteng dilengkapi dengan jembatan pengangkat yang dapat ditarik untuk meningkatkan pertahanan. Menara-menara pengawas di beberapa sudut benteng memberikan pandangan luas untuk memantau potensi ancaman dari kejauhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun