Mohon tunggu...
Ahmad Maulana
Ahmad Maulana Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiwa universitas jember

mahasiwa universitas jember

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN BTV III UNEJ: Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

17 September 2021   17:44 Diperbarui: 17 September 2021   17:48 81 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) Back to Village III ini dilaksanakan di Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Program kerja yang dipilih adalah penanganan stunting dan AKI AKB guna mewujudkan keluarga bebas stunting di Kelurahan sidotopo wetan. 

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diterapkan oleh Universitas Jember dengan tema Back To Village III, saya telah melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan agar mengedukasi sasaran tentang bagaimana mencegah anak mengalami stunting di usia 1000 HPK dan mengedukasi bagaimana menekan angka kematian ibu dan anak.

Program kerja yang dilakukan adalah yang pertama berupa penyuluhan tentang stunting yang berisikan materi berupa definisi, penyebab & akibat, ciri-ciri, cara pencegahan stunting, Program kerja ini dilakukan secara offline dengan mendatangi sasaran secara langsung.

Pada minggu pertama, kegiatan yang dilakukan adalah penerjunan mahasiswa KKN BTV III Universitas Jember 2021 pada hari pertama oleh rektor Universitas Jember. 

Kemudian dilanjutkan dengan menentukan sasaran, diskusi program kerja dengan kader posyandu. Sasaran program penanganan stunting dan AKI AKB adalah keluarga Ibu Dina Wijayanti yang bertempat tinggal di Jln. Platuk donomulyo 1A, no. 22, sidotopo wetan, kenjeran, surabaya. Pasangan Bpk. rahmat dan Ibu dina wijayanti baru memiliki seorang anak, fina nurul yang berumur 9 bulan. 

Alasan Bu dina dijadikan sebagai sasaran program kkn saya adalah Bu dina belum tau betul mengenai stunting di masa 1000 HPK, Bu dina memiliki anak balita yang berumur <2 tahun yang beresiko mengalami stunting, dan Bu dina masih dalam usia subur sehingga dapat memungkinkan untuk mengalami kehamilan kembali.

Pada minggu kedua, kegiatan yang dilakukan adalah menyusun materi edukasi stunting yang berisikan materi berupa definisi, penyebab & akibat, ciri-ciri, cara pencegahan stunting, serta pemberian vitamin yang didampingi oleh kader posyandu dan membuat video.

Pada minggu ketiga, kegiatan yang dilakukan adalah mulai menjalankan program kerja penyuluhan dengan sasaran. Awalnya kegiatan penyuluhan direncanakan dilakukan secara offline (tatap muka), namun atas anjuran perangkat desa (RT), maka penyuluhan dilakukan secara untuk mengurangi kontak langsung dengan sasaran agar tidak terjadinya claster baru penularan Covid-19 di kelurahan sidotopo wetan, memperkenalkan edukasi gizi dalam makanan sehat, dan pembuatan video singkat yang berisi kegiatan penyuluhan secara daring. 

Pada minggu keempat penyuluhan tetap dilaksanakan secara daring dengan topik bahasan menekan angka kematian ibu dan anak, yaitu tentang bagaimana cara agar ibu dan calon buah hati sehat selama kandungan dan antisipasi cara yang aman dalam persalinan.

Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyuluhan melalui memberikan survey sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan dilaksanakan.

Survey dilakukan dengan mengunjungi kader posyandu serta berdiskusi dengan kader posyandu, dan para sasaran dari program KKN ini. Dari survey tersebut sasaran diberikan pertanyaan oleh mahasiswa terkait pemahaman sasaran mengenai stunting, dan kesehatan ibu dan anak dengan diberikan beberapa pertanyaan kepada sasaran namun sasaran belum banyak mengetahui informasi stunting, dan kesehatan ibu dan anak dan dapat diketahui bahwa sasaran kurang mengetahui tentang bahaya stunting anak di usia 1000 HPK dengan jawaban tersebut menandakan kurangnya pengetahuan mengenai stunting, dan kesehatan ibu dan anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan