Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani Pengajar Kimia

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Semestinya Kita Juga Menyaksikan Asian Para Games 2018

12 Oktober 2018   02:13 Diperbarui: 12 Oktober 2018   02:36 578 1 1
Semestinya Kita Juga Menyaksikan  Asian Para Games 2018
Asian Para Games

Berita mengenai banyaknya kursi kosong yang bisa kita jumpai di setiap peetandingan Asian Para Games, membuat saya miris. 

Event yang tak kalah besarnya dengan Asian Games. Diikuti oleh sejumlah negara yang nyaris sama banyaknya juga. Dengan acara pembukaan yang tak kalah keren dan Theme song yang bukan main enak dinyanyikan oleh Armand Maulana. Rasanya  tak ada alasan untuk tak mengikutinya. 

Namun apa yang terjadi?  Suasana hening kembali. Saya sempat tak hapal sudah berapa perolehan medali sekarang ,atlet mana yang menghasilkan kisah heroik saat menyumbang emas. Adakah atlet seperti Jojo di permainan bulu tangkisnya? 

Jika tidak ada berita penolakan dari Miftah saat akan bertanding di cabang Judo karena harus melepas jilbab, mungkin saya betul-betul lupa kalau sekarang sedang ada acara sekelas Asia.

Padahal menyaksikan pertandingan di Asian Para Games itu luar biasa. Bagaimana kita tak berdecak kagum. Meski ada yang tanpa kaki atau tangan namun para perenang itu tetap lincah meliuk melewati air pada cabang renang. 

Adalah Jebing Pangabean seorang atlet renang yang berhasil mempersembahkan medali emas. Dia dengan penuh percaya diri bertarung di gaya punggunh 100 meter S9. Dialah peraih medali emas ke 24.

Jebing Pangabean. Liputa 6.com
Jebing Pangabean. Liputa 6.com
Saya sempat membelalakkan mata melihat aksi atlet yang buta saat berjibaku melewati lintasan di cabang lari cepat. Meski buta namun kecepatan berlari mereka tak kalah dari pelari normal. Abdul Halim Dalimunte berhasil menyabet medali perak di 100 m T11.

Tahukah anda, bahwa mereka akan didampingi oleh seorang pemandu yang kemampuan berlarinya secepat atletnya. Abdul Halim telah dibantu Ahmad Azlan dalam meraih kemenangannya. 

Indonesia sendiri sudah meraih 24 medali emas ,sebuah pencapaian yang melebih target. 16 medali emas tadinya menjadi target Indonesia. 

Sayang memang lapangan tempat mereka bertanding sepi penonton. Padahal harga tiket sudah begitu murah. Ada yang hanya seharga 25 ribu saja.  Bahkan beberapa cabang tiketnya digratiskan. 

Sementara di Asian Games,tiket ratusan ribu rupiah jadi rebutan hingga banyak yang mengeluh kehabisan. Belum lagi calo bergentayangan. 

Mengapa kita menjadi tak adil dalam hal ini? Mengapa kita tak seantusias menonton Asian Games? Padahal mereka sama-sama berjuang demi bangsa. Dengan ketidak sempurnaan yang mereka miliki. 

Menyaksikan pertandingan Asian Para Games, selain takjub akan kempuan mereka yang luar biasa, juga menimbulkan rasa malu dalam hati karena sebagai orang yang dianugerahi fisik sempurna sering kali lupa bersyukur dan sering mengeluh. 

Mereka dengan keterbatasan fisik mampu mempersembahkan medali sebagai simbol kemenangan bangsa Indonesia, lah saya?  Apa yang sudah saya berikan untuk bangsa? 

Marilah kita nikmati lagi beberapa pertandingan yang tersisa di 2 hari ke depan. 

Hadirnya kita di perhelatan akbar ini akan menyuntikkan semangat bagi mereka. Jangan lagi hening sepi terlihat di arena tanding gara-gara minim penonton. Dengan menonton, kita ikut berjuang dengan mereka dalam meraih kemenangan

 Selamat berjuang para Atlet Asian Para Games Indonesia!