Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani Pengajar Kimia

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Ketika Ide Menulis Terpanggil KPA

13 Januari 2018   23:53 Diperbarui: 20 Januari 2018   15:24 708 2 1
Ketika Ide Menulis Terpanggil KPA
Menulis di temani KPA. Dok pri

Sengaja Menulis tenang dan damai bagi seorang emak-emak  seperti saya tentulah tak mudah.

Saat mau mulai menulis, eh ternyata waktu kepagian! Sepertinya waktu yang kurang tepat untuk menulis. 

Yang ada juga saat nya memandikan buah hati bukan menulis. Setelah memandikan buah hati dan mengusap kayuputiharoma untuk menghangatkan badannya mungkin saya bisa menulis. 

Memandikan dan mengusap KPA. Dok pri
Memandikan dan mengusap KPA. Dok pri
Sayangnya idenya keburu hilang setelah acara memandikan selesai.

Saat tiba-tiba datang ide dan ingin segera dituangkan eh,  sayangnya sedang berlangsung acara menggoreng tempe yang rawan akan kegosongan. Tak mungkin ditinggalkan untuk menulis sebentar.

Dan ketika semua pekerjaan selesai dan sudah duduk manis eh hujan turun padahal jemuran baru saja di gelar. Acara menulis di siangpun gagal total.

Siang hari memang bukan waktu yang bersahabat untuk bermain kata-kata. Terlalu banyak aral melintang.  

Meski gregetan ingin segera menuangkan ide dan pikiran, namun pekerjaan rumah dan anak-anaklah yang harus diprioritaskan.

Barang-barang yang seakan berteriak minta dibersihkan karena sudah tebal oleh berdebu,  bahan makanan yang harus segera dieksekusi sebelum si cikal pulang sekolah.  Dan masih banyak lagi tugas negara lain yang mengantri.

Barang -barang berdebu. Dok pri
Barang -barang berdebu. Dok pri
Saat yang tepat untuk menulis adalah di malam hari, ketika suasana sepi. Di imana semua pekerjaan rumah sudah selesai dan penghuni rumah sudah masuk ke dunia mimpi.

Sayangnya itu terjadi di saat jarum jam sudah mendekati angka 12.  Setelah tidur sesaat sambil mengeloni si kecil. Ngantuk sih sudah hilang, tapi ada kelelahan yang terasa setelah berkutat dengan pekerjaan seharian. Baiklah mari bersiap-siap menulis.

Segelas teh hangat sudah tersaji. Sebungkus biskuit siap dilahap jika nanti perut minta di isi. Alunan musik dari radio sudah diputar dari tadi.  Dimulai dengan dangdut, keroncong hingga rock.

Namun entah mengapa Ide-ide yang tadi seperti ingin berlarian dari otak, tiba-tiba mampet. Mau menulis apa?mulainya dari mana?pikiran pun tiba-tiba kosong.

Sudah sejam dari mulai duduk belum ada sepatah katapun yang berhasil dibuat.  Garuk-garuk di kepala tidak banyak membantu.

Ah, perlu mood boster sepertinya.  Tanpa pikir panjang saya pun meraih minyak kayuputiharoma lavender.

Minyak kayuputiharoma varian lavender terbuat dari fregrence oil lavender 0,25 % dan minyak eukaliptus 99,75%.

Kebetulan kayuputiharoma lavendernya baru saja saya beli tadi pagi di mini market.  Selain harga murah, manfaatnya juga banyak.Botol hijau bertutup ungu ini terlihat cantik.  

img-20180113-221129-jpg-5a5a34ecf13344587149c982.jpg
img-20180113-221129-jpg-5a5a34ecf13344587149c982.jpg
Salah satu produk andalan PT.Eagle Indo Pharma ini dibuat dengam memadukan kehangatan minyak putih.  Khas minyak kayu putih Cap Lang dengan wanginya lavender yang memberikan kesegaran.

Lavender mampu menurunkan kadar neutrophil dan dapat menghasilkan zar anti   stres. Cocok untuk menurunkan ketegangan saya yang mungkin terlalu larut dengan masalah sehari-hari hingga membuat ide bersembunyi.

Segera saya tuangkan beberapa tetes kayu putih aroma lavender itu ke atas telapak tangan.

Menuangkan beberapa tetes KPA. Dok pri
Menuangkan beberapa tetes KPA. Dok pri
Setelah itu saya gosok-gosok perlahan kayu putih aroma lavender tersebut di antara kedua telapak tangan. Uap kesegaranya mulai terhirup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2