Mohon tunggu...
Lailatul Syadiyah
Lailatul Syadiyah Mohon Tunggu... Content Writer. Tertarik pada dunia religi, marketing manajemen, productivity, motivation, story telling, dan all about learning English. Hidupnya gak tenang kalau belum baca buku

Start from happiness

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Kekenyangan Bisa Mempengaruhi Iman (Cerita Pribadi Weemar Aditya)

21 April 2021   16:00 Diperbarui: 21 April 2021   16:04 196 1 0 Mohon Tunggu...

Pada suatu kesempatan Ustadz Weemar Aditya menyampaikan kajiannya yang diberi judul Ketika hatiku mulai berpaling.

Untuk sebuah pembukaan, beliau bercerita saat beliau menjadi guide di salah satu acara tausiah. Dalam sebuah part dalam tausiah tersebut pembicara mulai membawa suasana haru ketika berada di forum tersebut, sehingga membuat sebagian besar jamaah menangis terharu, begitupun juga beliau, menangis sesenggukan dari awal hingga akhir.

Kemudian beliau melanjutkan, Apa yang bisa membuat beliau hingga terharu? dengan nada bercanda beliau menjawab, "Ya, karena lapar jadi bisa nangis." Lho, kok bisa? Iya saat itu memang pada acara tausiah tersebut ada sekitar 8 pembicara yang diundang dengan pemandu acara Ustadz  Weemar Aditya. Beliau mempersiapkan acara tersebut dengan persiapan waktu yang terbatas.

Namun, ketika ada break dan para ulama' serta pengisi acara lainnya dipersilakan untuk istirahat dan menyantap beberapa suguhan pada hari itu. Beliau tak mau membuang kesempatan untuk makan, karena merasa harus mengisi perutnya yang sudah lsangat lapar, apapun yang beliau sukai bahkan sampai kenyang.

Setelah itu, acara masih berlanjut, beliau tenggelam lagi dalam tausiah selanjutnya, namun keadaannya telah berbeda, beliau tidak lagi bisa menangis, perasaannya sangat berbeda dengan perasaan beliau ketika lapar.

Jadi begitu besar pengaruh sesuatu yang kita konsumsi pada perilaku ibadah kita.  Manusia itu memiliki kebutuhan konsumsi untuk dua hal. Yang pertama adalah makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti makanan-makanan yang bergizi dansehat. Nah, ketika apa yang kita konsumsi itu berlebihan, akibatnya menjadi fatal baik untuk fisik maupun bathin. Sepert halnya banyak sekali penyakit-penyakit yang ditemukan di zaman ini. Semua itu berawal dari pola makan yang kita pilih. Beliau menceritakan pengalaman tersebut agar bisa menjadi ibrah untuk kita semua.

Yang kedua, adalah konsusmsi untuk telinga dan visual untuk menutrisi otak kita. Setelah otak ternutrisi maka hal itu akan berpengaruh pada ketetapan hati. Apapun yang kita dengar dan lihat akan menjadi konsumsi otak kita. Jika kita mendengarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat maka otak kita akan menerimanya dan mengolahnya menjadi sesuatu yang baik pula. Kemudian hal itu akan berpengaruh pada keadaan hati kita dan mempengaruhi iman kita.

Allah itu Maha Suci, jadi untuk mendekati beliau kita harus dalam keadaan suci. Benar-benar kita sucikan diri, meleset sedikit hati kita dari kesucian itu Allah pun akan menghilang. Ciri-ciri orang yang suci hatinya adalah hatinya bisa bergetar ketika mendengar asma-asma Allah. Serta seseorang dengan mudah diberi nasehat tentang agama dan kebaikan.

Allah itu telah menciptakan manusia dengan kesempurnaannya makhluk. Sesempurna bentuk makhluk itu adalah manusia. Maka, hendaknya kita bisa menggunakan kesempurnaan itu dengan baik pula. Dengan sesuatu yang bermanfaat. Gunakan kesempurnaan dalam diri kita tersebut untuk lebih bertaqwa pada Allah. Karena sejatinya Allah memberi kebebasan pada pada diri kita. Mau dibuat apa anggota tubuh kita, panca indera kita. Yang jelas segala perbuatan kita nanti akan dihisab sesuai dengan standarnya.

VIDEO PILIHAN