Humaniora

Dedikasi Total, Tim Humas Kwarcab Banyuwangi, Gelar Diklat Jurnalistik 1 tahun 2018 Cetak Pewarta Handal

16 April 2018   23:26 Diperbarui: 17 April 2018   05:04 687 0 0
Dedikasi Total, Tim Humas Kwarcab Banyuwangi, Gelar Diklat Jurnalistik 1 tahun 2018 Cetak Pewarta Handal
Tim Media Humas Kwartir Cabang

BANYUWANGI, Kwarcab Banyuwangi -- Tim Media Humas Kwartir Cabang Banyuwangi memulai gerakan dengan memulai Pelatihan Jurnalistik I di tahun 2018, bertempat di Srono, tepatnya di Gedung Smartgen Indonesia, Sabtu (14/4/2018). "Kwartir Cabang Banyuwangi itu kuat di lapangan, tetapi sepi di media massa. Walaupun sering berkegiatan di lapangan, tanpa adanya pemberitaaan kegiatan di media, maka kegiatan itu tidak bisa diketahui oleh publik," ungkap Mohamad Arif Fajartono, Tim Humas Kwarcab Banyuwangi.

Pelatihan Jurnalistik I Tahun 2018 diikuti oleh 21 orang dari Tegaldlimo, Srono, Purwoharjo. Kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan Kwartir Cabang Banyuwangi atas produksi berita yang minim. Materi Jurnalistik yang paling ditekankan untuk pelatihan kali ini adalah manajemen media dan teknik menulis berita.

"Yang pertama, yaitu melatih peserta dalam mengelola media di sebuah organisasi. Karena untuk sekarang ini, pilihan media sangat bervariasi, mulai dari media cetak, bahkan ada media online yang saat ini sangat mendominasi. Yang kedua, yaitu teknik menulis berita. Sehingga ketika nanti peserta terjun ke lapangan, peserta mampu untuk memproduksi sebuah berita," kata Arif.

Konsep kegiatan ini menggunakan prinsip sukarela, karena apabila menggunakan sistem struktural seperti gugus depan mengirim peserta pelatihan, nantinya percuma karena dasarnya peserta mengikuti bukan karena keinginan sendiri, tetapi karena atas dasar melaksanakan tugas.

"Kami fokuskan sasaran peserta ke golongan penegak, karena potensinya untuk memproduksi berita lebih tinggi. Kami tidak menggunakan wartawan profesional sebagai pemberi berita, karena itu memerlukan anggaran besar. Sedangkan anggaran kwarcab untuk bidang humas sangat minim. Oleh karena itu, kami lebih mengutamakan untuk meningkatkan kualitas para penegak dalam menyampaikan berita," imbuh Arif.

Kegiatan ini bermodalkan semangat sukarelawan aktivis pramuka, tanpa menggunakan dana. Jika bergantung dengan anggaran, kegiatan tidak akan bisa dilaksanakan. "Saya sangat prihatin, jika organisasi tidak dapat berjalan hanya karena tidak ada anggaran," tambahnya.

"Semua organisasi, memang membutuhkan dana untuk berkegiatan, tetapi itu bukanlah alasan yang utama bagi pramuka. Sukarela merupakan bagian dari kebahagiaan berpramuka sebagai pilihan hidup. Jika roda organisasi macet hanya karena tidak adanya anggaran, maka saya akan merasa sedih," tegas Arif.

"Selanjutnya kami akan melangkah untuk daerah Siliragung, Bangorejo, Pesanggaran, karena di daerah itu kami masih belum memiliki wartawan," tutup Arif.

Peserta sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, mereka dapat memahami cara-cara dalam mengolah informasi. "Saya mengikuti kegiatan ini karena ingin menambah wawasan saya tentang jurnalistik dan saya ingin menggali informasi pramuka di Banyuwangi. Dengan mengikuti kegiatan ini, saya akhirnya paham bahwa media sangatlah penting. Dengan adanya tim media, masyarakat akan lebih mengenal pramuka. Menurut saya, pematerinya sangat seru, tidak membuat ngantuk dan penyampaian materinya sangat jelas dan mudah dipahami," ujar Anisa, salah satu peserta pelatihan.

Penulis : Angelo Gladicho