Ceritaramlan Pilihan

Target di Bulan Puasa Keluarga Kecilku

16 Mei 2018   07:16 Diperbarui: 16 Mei 2018   08:10 250 4 3
Target di Bulan Puasa Keluarga Kecilku
https://www.sdmmp.sch.id

Sebagaimana layaknya manusia pada umumnya,  kata target hampir sering ada dalam percakapan dan dinamika kehidupan, target merupakan rencana program kedepan untuk di capainya baik target minimal maupun target maksimal.

Target berkaitan dengan telah tibanya bulan Ramdhan ini, tentu saja kedua target itu sering kali jumpai dalam kehidupan sehari-hari selama ramadhan berlangsung. Ada kalanya dulu saat saya masih anak-anak dan baru duduk di bangku kelas IV SD, orang tuaku memberikan target minimal dan maksimal kepada anak-anaknya sesuai dengan capaian umur dan perkembangan motorik anak-anaknya.

Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara dan anak terkecil dalam rumah,tentu saja di berikan target minimal selama ramadhan, seperti puasa dalam menahan haus dan lapar di target sekuatnya, katanya masih anak-anak, namun tetap melaksanakan kegiatan rutin lainnya seperti sahur, sholat subuh berjamaah, dengarkan kultum dan harus di catat dalam buku tugas dari sekolah, ke sekolah, bermain, dan jelang sholat ashar harus ada di masjid tuk sholat ashar berjamaah, lalu pesantren kilat yang diadakan oleh DKM masjid hingga jelang berbuka puasa,  sudah ada dirumah tuk buka puasa bersama anggota keluarga lainnya, baru jelang sholat isya, kami sekeluarga pergi bersama-sama ke masjid terdekat tuk, melaksanakan sholat taraweh berjama'ah.

Beda anak dan usia, beda pula capaian terget ramadhan yang di embanya,  seperti anak pertama yang sudah berumur 24 tahun belum berumah tangga masih kuliah sembari bekerja, ada capaian target maksimal yang di embannya, di samping sebagai anak tertua,  harus kuliah dan bekerja, juga tetap mengawasi adik-adiknya dalam menjalankan ibadah puasa saat ada di rumah, bukan itu saja target sebagai kakak tertua di rumah, ada pula target membantu ekonomi keluarga mengingat pendapatan orang tua yang pas-pasan,  maka dari kakak pertama hingga ke tiga yang sudah dewasa, di samping bersekolah mereka juga diberikan target meringankan beban ekonomi keluarga selama ramadhan hingga  lebaran nanti.

Kakak-kakakku walaupun masih bersekolah di bangku SMP hingga perguruan tinggi, ada saja kegiatan sampingan yang bisa mendatangkan uang yang halal,  yang biasanya di ceritakan pada saat buka puasa bersama keluarga, hingga saat itu saya sebagai anak terkecil merasa bangga punya kakak yang hebat-hebat cari ilmu sembari cari uang, hingga dalam hati. Kadang bergumam, suatu saat nanti aku pun bisa membantu meringankan beban orang tua.

Dan kini 30 tahun telah berlalu, dari anak SD yang diberikan target puasa sekuatnya saja sekarang sudah punya anak yang di perguruan tinggi, SMA dan SMP,  tentu saja pengalaman yang dulu di berikan dari. Orang tua kepada anak-anaknya,  saya pribadi pun sejak anak pertama masih SD sudah diterapkan hingga kepada adik-adiknya sekarang,  setiap anak di berikan target capaian, mengingat yang terkecil perempuan berumur 12 tahun baru kelas 1 SMP namun belum merasakan haid pertama,  maka semua di berikan target maksimal, antara lain,  puasa harus satu bulan penuh tidak boleh bolong, teraweh pun harus, namun boleh di. Masjid manapun ataupun di rumah, jam 02.00 WIB harus bantu ibu memasak buat sahur begitu juga saat sebelum berbuka, semua di lakasanakn dengan penuh suka cita dan bahagia Karen semata-mata ibadah kepada Yang Maha Kuasa.

Itu target saat saya anak-anak hingga di perlakukan kembali kepada anak-anak, selaku orang tua pun tetap ada target maksimal yang harus di capainya,  baik peran ayah maupun peran ibu, semua harus masang target maksimal guna menjalankan puasa ramadhannya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Selaku orang tua, tentu saja ada kewajiban terbesar disamping mengawasi dan membimbing selama ibadah ramdahan, juga yang paling ditunggu oleh anak-anak adalah kemenangan di hari raya yang fitri dengan membayar zakat fitra,  pakaian baru, makanan enak, keliling berlebaran dan tamasya pasca lebaran,  yang semuanya harus di rencanakan dengan matang dan cermat agar hikmat berpuasa terasa mendalam kepada anak-anak dan keluarga serta tentu saja semakin mengingatkan akan kebesaran Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.