Mohon tunggu...
Usman Kusmana
Usman Kusmana Mohon Tunggu... Seorang Lelaki Biasa Dan Pegiat Sosial Politik

Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki. Menulis juga merangkai mozaik sejarah hidup, merekam hikmah dari pendengaran dan penglihatan. Menulis mempengaruhi dan dipengaruhi sudut pandang, selain ketajaman olah fikir dan rasa. Menulis Memberi manfaat, paling tidak untuk mengekspresikan kegalauan hati dan fikir. Menulis membuat mata dan hati senantiasa terjaga, selain itu memaksa jemari untuk terus bergerak lincah. Menari. Segemulainya ide yang terus meliuk dalam setiap tarikan nafas. Menulis, Membuat sejarah. Yang kelak akan dibaca, Oleh siapapun yang nanti masih menikmati hidup. Hingga akhirnya Bumi tak lagi berkenan untuk ditinggali....

Selanjutnya

Tutup

Politik

Membaca Peta Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020

12 Juni 2019   18:13 Diperbarui: 13 Juni 2019   00:58 0 1 0 Mohon Tunggu...

Kabupaten Tasikmalaya termasuk salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada serentak pada Bulan September 2020 nanti. Pasca Pileg dan Pilpres April 2019 kemarin memang terjadi perubahan konsfigurasi politik di DPRD. 

Hasil pileg kemarin menunjukan Gerindra Mendapat 9 kursi dari sebelumnya hanya 4 kursi. PKB meraih 8 kursi sama dengan perolehan 2014. Golkar 7 Kursi (tetap), PPP yang selama 4 kali pemilu selalu menjadi pemenang kini tinggal 7 kursi dari sebelumnya 9 kursi. 

PDIP 6 Kursi dari sebelumnya 8 kursi. Demokrat 5 kursi dari sebelumnya 6 kursi dan PAN 5 kursi, sebelumnya 6 kursi terakhir PKS 3 kursi sebelumnya 2 kursi.

Kepemimpinan Politik hari ini di pegang oleh Bupati H Ade Sugianto dari PDIP yang tadinya Wakil Bupati mendampingi H UU Ruzhanul Ulum yang naik menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat. 

Kepemimpinan UU Ade terbentuk dari koalisi PDIP, PAN dan PKS sebagai pengusung. Sementara PPP dan Golkar menjadi pendukung karena dulu terkendala masalah rekomendasi yang masih dualisme kepemimpinan di DPP nya. 

Pilkada 2016 berlangsung dramatis hanya 1 pasangan incumben H UU dan H Ade yang melawan bumbung kosong. Pilihannya hanya Setuju  dengan Tidak Setuju.

Kini mulai menggeliat suasana politik menjelang kontestasi pilkada tersebut. Mulai muncul wacana di media cetak, medsos dan perbincangan elit dan masyarakat di warung kopi seputar nama-nama dan kemungkinan-kemungkinan paket pasangan dan koalisi partainya.

Dari Gerindra muncul nama H. Cecep Ruhimat Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tasikmalaya, dari PKB muncul 3 nama Kadernya yaitu KH Acep Adang Ruhiat Anggota DPR RI, H Haris Sanjaya yang juga Ketua DPC PKB Kab Tasikmalaya, H Oleh Soleh. SH anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Lalu dari Golkar muncul H Yod Mintaraga Anggota DPRD Provinsi Jabar, lalu Erry Purwanto Ketua DPD Gokar Kab. Tasikmalaya. 

Dari PPP muncul nama H Cecep Nurul Yakin Ketua DPC yang juga Anggota DPRD Provinsi yg pada pileg 2019 turun lagi nyalon di Kabupaten, ada Hj Lina istri Wagub Jabar H Uu. 

Dari PDIP nama Incumben Bupati H Ade Sugianto. Lalu dari Birokrasi muncul nama Dr. H Iwan Saputra. SE. M.Si inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Sementara dari PAN, Demokrat dan PKS belum terlihat kencang angin kemunculan tokoh dan kandidatnya.

Sementara Jika melihat pemetaan dan kemungkinan koalisi yang terbangun kedepan, Bisa saja diteruskan koalisi Pilpres kemarin. Dimana Gerindra, PAN dan PKS, Demokrat  membangun satu pasangan paket calon, lalu PDIP, PKB, PPP, Golkar Satu paket calon. Atau bisa jadi konspigurasinya Paket PDIP-PPP, Atau PDIP-PKB atau PKB-Golkar-Demokrat.

Calonnya bisa jadi 2 , 3 atau 4 pasangan. contoh paket calon misalnya H. Ade Sugianto-H Oleh atau H Ade Sugianto-Hj Lina jika Paket PDIP-PPP atau H Ade Sugianto-Haris Sanjaya/H Oleh Soleh  jika PDIP PKB, atau paket H Acep Adang R- H Yod Mintaraga/ H Iwan Saputra PKB-Golkar. Atau Hj Lina/H Cecep NY-Erry Purwanto/Iwan Saputra koalisi PPP-Golkar. H.Subarna/H.Cecep R-Deni R Sagara dan beberapa paket lainnya.

Hanya saja menurut amatan penulis, nama-nama calon Bupati yang muncul dan menguat di publik ada 3 nama, H Ade Sugianto (Incumbent/PDIP), H Acep Adang R (PKB),  H Iwan Saputra ( Birokrat/Golkar/Demokrat), Hj. Lina Ruzhan/Cecep NY (PPP). Sementara calon Bupati dari Gerindra sebagai pemenang boleh dibilang belum kuat level ketokohannya di publik.. Sementara untuk Wakil Bupati menguat nama-nama H Haris Sanjaya (PKB), H Oleh Soleh (PKB), Erry Purwanto Golkar, dan beberapa nama lainnya.

Yang jelas, untuk konteks Kabupaten Tasikmalaya Koalisi Nasionalis Religius atau sebaliknya tak bisa di nafikan. sebelumnya PPP-PDIP (UU-Ade) selama 2 periode. 

Sebelumnya lagi periode 2001-2011 Religius-Nasionalis (PPP-Golkar/PPP-PKB). Mengapa begitu, karena wilayah tasikmalaya adalah wilayah dengan bassis masyarakat yang kuat patron client antara tokoh agama dengan ummatnya, tokoh pesantren masih sangat menemtukan. Meskipun kekuatan partai nasionalis PDIP, Golkar dll nya juga pnting untuk diajak gabung. 

Kini, apabila selama 20 Tahun Hijau muda PPP yang mendominasi kekuatan politik pemerintahan, kini petanya mulai bergeser. Kekuatan PKB sebagai partai Hijau Tua mulai stabil. 

Sehingga bayangan saya, Kontestasi kedepan Kabupaten Tasikmalaya adalah momentumnya Hijau Tua atau Siapapun kekuatan nasionalis yang berkoalisi dengan PKB. Menjadi Bupati atau Wakil Bupati. Wallahu A'lam.