Mohon tunggu...
Mawan Sastra
Mawan Sastra Mohon Tunggu... Koki Nasi Goreng

Penggemar Fanatik (baca; Raisa)

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengapa Manchester City Gagal Juara EPL?

26 April 2019   15:52 Diperbarui: 26 April 2019   15:56 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mengapa Manchester City Gagal Juara EPL?
liputan6.com

Beginilah liga Inggris, penentuan juara kebanyakan selalu di laga-laga terakhir. Makanya ada ungkapan begini; liga Inggris adalah liga paling kompetitif segalaksi bima sakti. Sejauh ini semua tim sudah memainkan 35 pertandingan, artinya tersisa 3 laga lagi. Termasuk Manchester City dan Liverpool. Bisa dipastikan  salah satu dari kedua tim ini keluar sebagai juara.

Di tabel klasemen memanglah Manchester City mengungguli Liverpool dengan selisih satu poin saja. Jika tiga laga yang ada Manchester City menyapu bersih kemenangan maka mereka yang akan juara, sekalipun Liverpool juga memenangkan tiga laga sisanya. Namun apabila Manchester City bermain imbang walau hanya satu kali dari tiga laga, dengan catatan Liverpool memenangkan seluruh pertandingan yang ada, maka harapan The City Zen menjadi kampiun pupus sudah.

Menariknya, baik Liverpool maupun Manchester City dalam tiga laga penentuan ini, akan menghadapi tim relatif lebih mudah, toh mereka sudah melewati hadangan tim-tim elit yang masuk ke dalam the big six. Manchester City akan menghadapi Burnley, Leicester City dan Brighton. Sedangkan Liverpool harus melewati hadangan Huddersfield, Newcastle dan Wolves.

Berkaca pada statistik, maka kita akan mudah memprediksi, Liverpool ataupun Manchester City bisa mengatasi perlawanan mereka. Namun di laga-laga krusial begini, catatan statistik bukan menjadi titik acuan yang tepat. Karena di saat-saat keparat seperti ini apapun bisa terjadi. Tidak tertutup kemungkinan Manchester City dikalahkan Burnley ataupun Liverpool dipermalukan Newcastle United.

Kendati demikian, kami para kopites tetap optimis Liverpool juara, dan Manchester City harus gigit jari. Tentu saja kami mengatakan ini bukan tanpa alasan. Dari ketiga tim yang harus dihadapi Manchester City hampir tidak mungkin  mereka bisa dijegal. Lalu siapa yang kemungkinan bisa mengalahkan Manchester City?

Kami menganggap Liverpool sedikit diuntungkan. Lantaran ia memiliki jadwal bermain selalu lebih dulu dari Manchester City, kecuali pertandingan terakhir seluruh laga akan bermain diwaktu yang sama.

Kalian mungkin menganggap ini mengada-ada karena kami begitu berambisi Liverpool juara EPL. Baiklah kalau memang begitu. Tapi tidakkah kalian mau mendengarkan kami, sejatinya Manchester City dalam tekanan. 

Di dua laga awal Liverpool menargetkan menang berapa pun skornya. Apabila ini terjadi, betul-betul akan menjadi bumerang bagi Manchester City. Otomatis Liverpool akan memimpin klasemen. Manchester City berpotensi kembali ke puncak apabila juga memenangkan pertandingan. Tapi semudah itukah City menang jika sudah tahu Liverpool menang sebelumnya? Kami katakan, "Tidak semudah itu Ferguso."

Katakanlah Liverpool menang menghadapi Huddersfield dan menjadi pemuncak klasemen. Satu hari kemudian Manchester City akan memainkan laga ke-36-nya melawan Burnley. Kondisi seperti ini dapat dikatakan Manchester City dalam tekanan yang hebat. Dihantui oleh kemenangan Liverpool sebelumnya, makanya Manchester City pun harus menang. Tuntutan keharusan menang akan menjadi gangguan psikologis bagi para pemain Manchester City. Bisa saja berdampak pengharapan mereka tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan, misalnya hanya bermain imbang atau bahkan kalah.

Situasi yang sama juga terjadi apabila di laga ke-37 Liverpool menang atas Newcastle United. Manchester City lagi-lagi dalam tekanan saat menghadapi Leicester City. Begitupun  di laga terakhir nanti, tetapi kedua tim berada pada keadaan yang sama. Lantaran laga dimainkan secara bersamaan.

Kami berharap sekali dua dari tiga laga yang ada, terdapat kejutan buruk bagi Manchester City dari Burnley atau Leicester.  Dengan begitu Manchester City akan gagal juara apabila Liverpool menyapu bersih laga-laga yang ada. Apakah Liverpool akan mampu? Sebagai kopites, kami optimis Salah CS. dapat melakukannya.