Kuntoro Tayubi
Kuntoro Tayubi Journalist

Saya seorang journalist yang bermitra pada perusahaan media mainstream berkantor di Jakarta. Aktivitas sehari-hari melakukan liputan peristiwa di wilayah kerja kami yakni Brebes, Tegal dan Pemalang. Di sela sela waktu pekerjaan rutin peliputan, saya berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial berupa pendampingan dan advokasi warga masyarakat sesuai organisasi atau lembaga yang saya ikuti.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Varietas Padi IR 64 Digemari Warga Brebes

11 Januari 2019   11:37 Diperbarui: 11 Januari 2019   12:42 164 1 0
Varietas Padi IR 64 Digemari Warga Brebes
dokpri

Inilah salah satu tugas dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memacu serta meningkatkan LTT (Luas Tambah Tanam) petani, Poktan ataupun Gapoktan di wilayahnya. Sinergitas dengan Kementerian Pertanian RI dalam menciptakan ketahanan pangan, dilakukan Sertu Kamdani, dengan memberikan pendampingan tanam padi.

Babinsa Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes tersebut, bersama Sahidin, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Berkah Makmur Desa Wanacala Kecamatan Songgom serta para buruh tani, menanam jenis IR 64 di areal seluas masing-masing setengah hektar milik Darto dan Ramli. Jumat (11/1/2019).

Dikatakannya, "Selaku Babinsa, tetap harus semangat sebagai motivator para petani dalam mensukseskan program pertanian pemerintah. Saat tanam padi sampai panen dan pemasarannya tetap kita dampingi, termasuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi," ujarnya berharap para petani menanam padi serentak jenis ini.

Diketahui, Varietas IR 64 menjadi pilihan petani setempat karena termasuk jenis padi yang tahan terhadap virus kerdil rumput yang dibawa oleh hama WBC (Wereng Batang Coklat/ nilaparvata lugens) type 1 dan 2, selain sangat digemari konsumen karena rasa nasinya enak, umur genjah (110-125 hari) dan potensi hasil yang tinggi yakni mencapai 5 ton/ha.

Karakter tinggi tanaman antara 65-85 cm dengan umur berbunga 59-63 hari, anakan produktif 11-20 anakan, umur tanaman 81-98 hari, bobot 1000 biji padi mencapai 21 gram. Sementara jumlah gabah per malai sebesar 35-105. Padi sawah ini juga hemat dalam konsumsi air, sehingga menjadikannya tanaman terendah diantara varietas lainnya. Kekurangannya hanyalah tidak  dapat  tumbuh  dengan baik pada lahan sawah irigasi dataran rendah yang mengandung konsentrasi tinggi logam besi.