Mohon tunggu...
Aang Kunaifi
Aang Kunaifi Mohon Tunggu... -

Aang Kunaifi adalah Penulis Buku MEMBANGUN (KEMBALI) INDONESIA KITA. Ia merupakan Intelektual Muda Muslim yang memfokuskan kajian dan pemikirannya mengenai berbagai isu kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan dan kepemudaan. Setelah menyelesaikan Master of Sains bidang Ketahanan Nasional Pascasarjana UI, ia bekerja sebagai Trainer/Motivator/Public Speaker di TRUSTCO Jakarta, selain juga mengajar di salah satu PTS di Jakarta. Silaturahim melalui email kunaifi.aangku@gmail.com dan Twitter @Aangku

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Geopolitik Indonesia dan Pengaruhnya bagi Keamanan Nasional

25 Februari 2013   03:15 Diperbarui: 24 Juni 2015   17:45 7602 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Pengantar

Istilah Geopolitik pertama kali digunakan oleh Rudolf Kjellen, seorang ahli politik dari swedia, untuk menunjukkan cabang ilmu dari Geografi Politik, ia merujuk hubungan antara politik dan teritori dalam skala lokal atau internasional. Studi Geopolitik sendiri menjelaskan tentang arti strategis dan politis suatu wilayah geografis atau teritorial yang dalam hal ini adalah sebuah negara, mencakup Positioning dan keruangan (atau luas).

Spektrum Keamanan Nasional

Setidaknya ada dua tujuan utama didirikannya sebuah bangsa, dan itu menjadi cita-cita nasional, yaitu terwujudnya keamanan dan kenyamanan bagi warga negara, seperti juga Negara Indonesia, dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 “untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum

Perdamaian Nasional adalah bentuk nyata dari terwujudnya Keamanan Nasional (KAMNAS). Perdamaian ini, menurut Daoed Joesoef, Alumnus Université Pluridisciplinaires Panthéon-Sorbonne, Paris, akan terwujud apabila kelompok-kelompok—daerah, suku, komunitas religius dan adat—merasa puas karena telah berkesempatan menghayati nilai-nilai, atau setelah ada kepastian bahwa penghayatan tersebut akan terlaksana.

Hanya saja kepuasan tersebut harus diiringi dengan kepastian akan hadirnya eksistensi Negara-Bangsa Indonesia, yaitu perpaduan antara survive dan power, yang akan memastikan eksistensi Negara-Bangsa Indonesia tetap akan terwujud. Survive dan Power bisa terwujud dengan pemahaman yang utuh dan integral tentang Geopolitik, baik positioning maupun ruang. Kesadaran tentang kondisi keberadaan Indonesia di bumi.

Keamanan Nasional sebuah Negara-Bangsa sebelum era Perang Dingin berakhir dominan bercorak militer dan unjuk kekuatan, karena memang bertujuan untuk melindungi wilayah dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman yang berasal dari Luar Negeri. Maka untuk itu terjadi penguatan besar-besaran pada Sumber Daya dan Infrastruktur Militer.

Hanya saja dewasa ini Keamanan Nasional mengalami perluasan spekrum, keamanan nasional yang dalam hal ini adalah keamanan dalam negeri yang bisa ditimbulkan oleh bencana alam, kemiskinan, kerusuhan sosial, konflik golongan (etnis, agama, geografi), kriminalitas, dan gerakan separatis (OPM, dsb). Untuk itu, diskursus atau diskusi-diskusi seperti seminar, FGD, dsb dikalangan akademisi atau praktisi dirasa perlu untuk dilakukan dalam menyambut perkembangan spectrum keamanan nasional

Perkembangan nasional yang sekarang tidak lagi hanya berbicara tentang ancaman dari luar tapi justru berasal dari “masalah” dalam negeri perlu diambil sebuah nilai penting, yaitu kemampuan memaknainya dengan cara pandang baru. Karena keamanan tidak hanya melindungi batas teritorial dan kedaulatan negara dengan kekuatan militer, tetapi juga bagaimana memenuhi serta meleindungi keamanan warga negara Indonesia

Geopolitik dan Keamanan Nasional

Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa perdamaian nasional, yang merupakan wujud atau bentuk dari keamanan nasional, adalah wujud dari kepuasan dalam menghayati nilai-nilai. Hanya saja memang perdamaian ini harus tetap diiringi dengan kepastian akan tetap eksisnya Indonesia sebagai sebuah Negara-Bangsa. Eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara bangsa akan bisa tercapai dengan melakukan dua sisi kebijakan sekaligus, survive dan power. Dua kebijakan ini akan dapat dicapai dengan pemahaman yang utuh tentang Geopolitik Indonesia

Dari pemaknaan yang mendalam tentang perkembangan keamanan nasional, kita juga bisa mengerti bahwa spekrum dari keamanan nasional mengalami perluasan, tidak lagi hanya didominasi oleh ancaman dari luar yang memaksa Negara untuk memperkuat militer. Keamanan Nasional (KAMNAS) sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam negeri, seperti kemiskinan, kerusuhan sosial, konflik antar golongan, konflik politik, terorisme, serta juga kelompok separatis bersenjata.

Kita memahami Geopolitik sebagai sebuah positioning dan ruang. Positioning adalah kesadaran tentang lokasi indonesia yang berada pada posisi yang sangat strategis, berada di antara dua benua dan dua samudra. Dengan ini Indonesia memandang dunia internasional dan mengondisikan relasi-relasinya dalam dunia internasional itu. Misalnya saja lokasi Indonesia yang berdekatan dengan Laut Cina Selatan, lokasi laut yang sangat strategis serta diperebutkan beberapa Negara.

Dari lokasi teritorial indonesia yang strategis ini pastinya akan berpengaruh terhadap kemanan nasional. Bagaimana misalnya potensi-potensi kekacauan itu bisa saja terjadi di daerah perbatasan dengan segala kriterianya. Lokasi Indonesia yang berada pada posisi yang stratergis memungkinkan munculnya potensi gangguan keamanan yang disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan stratejik internasional, khususnya yang berada pada lingkungan sekitar. Misalnya penyelundupan, perdagangan narkoba dan senjata illegal, pencurian ikan, masalah perbatasan, dsb.

Kita memahami Geopolitik sebagai ruang, bahwa geografi menawarkan unsur ruang hidup kepada politik yang ditentukan oleh keluasan serta karakter fisiknya. Bumi Indonesia yang ditakdirkan bernatur maritim, kaya dengan mineral dan minyak bumi, iklim yang tropis, lempeng tektonik yang menjanjikan hadirnya kekayaan mineral, dsb membuat Indonesia sangat pantas untuk mendapatkan julukan sebagai zamrut khatulistiwa, faktor ini juga yang membuat Indonesia melewati sejarah panjang dalam kolonialisme dan penjajahan. Jika mampu dikelola dengan baik, dengan sentuhan industri yang cukup, maka indonesia akan menjadi negara industri maju dan modern.

Potensi geopolitik Indonesia berupa ruang dan positioning inilah yang harus dimaksimalkan dengan strategi survive dan power dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa, terwujudnya keamanan dan kenyamanan bernegara bagi siapapun yang hidup dan tinggal di bumi indonesia, terutama bagi warga negara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan