Mohon tunggu...
Sinta Purnama
Sinta Purnama Mohon Tunggu... Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta

Sedang dalam proses pembelajaran dalam menulis artikel berita. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan apapun dalam berita yang saya tulis. Terima kasih atas perhatiannya.

Selanjutnya

Tutup

Media

Transisi Media Baru Ternyata Telah Dimulai Sejak 1960

26 Agustus 2019   02:04 Diperbarui: 30 Agustus 2019   12:25 0 0 0 Mohon Tunggu...
Transisi Media Baru Ternyata Telah Dimulai Sejak 1960
Ilustrasi Perbedaan antara Media Lama dengan media Baru. Sumber : shorturl.at/cFJMN

Sesuatu yang Baru dalam Media Baru 

Saat ini sebagian orang masih menonton film berdurasi 90 menit di ruangan gelap di bioskop atau menonton program siaran televisi yang dijadwalkan dengan keluarga di rumah. Sedangkan sebagian orang sudah tidak lagi melakukan hal tersebut karena adanya perubahan dimana orang bisa beralih menikmati suatu konten dengan cara baru. Tentunya tidak dianggap kuno atau tua.

Zaman trans-medialitas saat ini, mengkibatkan adanya perbedaan pada istilah media. Bukan lagi seperti media yang biasa diketahui. Pertama, media mengalami pergeseran konten dimana konten di seluruh bentuk media, memaksa semua produsen media untuk menyadari dan berkolaborasi dengan orang lain. Kedua, adanya fragmentasi televisi, pengaburan batas dimana munculnya jurnalisme warga sehingga warga yang tidak mempunyai latar belakang mengenai jurnalistik dapat meliput dan membuat sebuah berita. Ketiga, adanya pergeseran dari pemirsa ke pengguna, dan dari konsumen ke produsen. Ke-empat, layar yang kami tonton telah menjadi kecil dan kecil mobile, dan luas serta imersif. Media mengalami perubahan yang sangat singkat dalam bentuk, produksi, distribusi, dan konsumsi lebih kompleks dari media lama ke media baru. Ketiga proses produksi, distribusi, dan konsumsi tersebut saat ini dapat dilakukan secara bersamaan dimana seseorang dapat menjadi produsen, distributor , maupun konsumen.

Intesitas Perubahan

Perubahan dari media lama ke media baru sudah dimulai sejak tahun 1960. Berikut ini adalah jenis perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang lebih luas yang terkait dengan media baru, yaitu :

  • Pergeseran dari Modernitas ke Postmodernitas dimana media baru dilihat sebagai penanda perubahan adanya budaya korelatif pada tahun 1960.
  • Mengintensifkan Proses Globalisasi dimana media baru berkontribusi dalam penghapusan batas- batas Negara dalam hal perdagangan, organisasi perusahaan, adat dan budaya, identitas dan kepercayaan.
  • Adanya Pergantian dari Era Industri Manufaktur oleh Era Informasi Postindustrial, adanya perubahan dalam pekerjaan, keterampilan, investasi dan laba, di produksi barang-barang material untuk layanan menuju industri informasi.
  • Terbentuk pemerintahan geopolitik mapan dan terpusat, adanya Media baru mengakibatkan melemahnya mekanisme kekuasaan dan kontrol dari pusat-pusat kolonial Barat karena media baru dapat melampaui batas tersebut.

 Media baru dianggap sebagai bagian dari suatu perubahan zaman karena media baru merupakan fenomena zaman telah, saat ini, dan masa depan. Media baru akan terus berkembang mengikuti zaman.

Konotasi Ideologis yang Baru

Media baru muncul, seperti sebelumnya, dengan mengklaim; mereka akan meningkatkan produktivitas dan kesempatan pendidikan  serta membuka kreativitas baru dan cakrawala yang lebih komunikatif. Hal tersebut menjadi suatu ideologis yang kuat terutama masyarakat Barat.

 Ideologis tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap pengusaha dimana perusahaanya membuat perangkat lunak maupun perangkat keras namun berpengaruh terhadap jurnalis media, seniman, intelektual, teknologi dan administrator, pendidik dan aktivis budaya.

Non-teknis dan Inklusif

Secara teknis mungkin agak sulit untuk mengatakan media baru sebagai apa. Namun dalam internet, media baru dapat  berarti sesuatu yang lain (TV digital, cara-cara baru untuk mencitrakan tubuh, lingkungan virtual, permainan komputer, atau blog). Semua menggunakan istilah yang sama untuk merujuk ke rentang fenomena. 

 Maka, ada semacam pengertian, dan juga muatan ideologis yang kuat, dalam penggunaan istilah itu secara tunggal. Di sinilah istilah media digital lebih disukai bagi sebagian orang. Meskipun media digital akurat sebagai deskripsi yang formal, ia mengandaikan break absolut (antara analog dan digital) di mana media digital tidak seutuhnya sebuah media baru. Banyak media digital baru yang dikerjakan ulang dan diperluas dengan media analog lama.

Membedakan antara Beberapa Jenis Media Baru

Media baru yang saat ini ada di masyarakat tentu tidaklah tunggal melainkan ada beberapa macam yang dapat digunakan. Perbedaan media baru tersebut dapat dibedakan melalui lima hal, yaitu :

  • Pengalaman tekstual baru: genre dan bentuk teks, hiburan, kesenangan baru dan pola konsumsi media (permainan komputer, simulasi, film efek khusus).
  • Cara baru untuk mewakili dunia: media yang, dengan cara yang tidak selalu jelas terdefinisi, menawarkan kemungkinan dan pengalaman representasional baru (lingkungan virtual imersif, multimedia interaktif berbasis layar).
  • Hubungan baru antara subjek (pengguna dan konsumen) dan teknologi media: perubahan dalam penggunaan dan penerimaan gambar dan media komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam arti yang diinvestasikan dalam teknologi media.
  • Pengalaman baru dari hubungan antara perwujudan, identitas dan komunitas: pergeseran dalam pengalaman pribadi dan sosial dari waktu, ruang, dan tempat (pada keduanya skala lokal dan global) yang memiliki implikasi terhadap cara-cara di mana kita mengalami diri kita sendiri dan tempat kita di dunia.
  • Pola baru organisasi dan produksi: penataan kembali dan integrasi yang lebih luas dalam budaya media, industri, ekonomi, akses, kepemilikan, kontrol, dan regulasi.

Sumber: 

Lister, M., et al., (ed)..2009. "New Media: A Critical Introduction".Second Edition.New York: Routledge.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x