Mohon tunggu...
Krisanti_Kazan
Krisanti_Kazan Mohon Tunggu... Guru - Learning facilitator in SMA Sugar Group

Mencoba membuat jejak digital yang bermanfaat dan bercita² menghasilkan karya buku solo melalui penerbit mayor. (Learning facilitator di Sugar Group Schools sejak 2009, SMA Lazuardi 2000-2008; Guru Penggerak Angkatan 5; Pembicara Kelas Kemerdekaan di Temu Pendidik Nusantara ke 9; Pemenang Terbaik Kategori Guru Inovatif SMA Tingkat Provinsi-Apresiasi GTK HGN 2023; Menulis Buku Antologi "Belajar Berkarya dan Berbagi"; Buku Antologi "Pelita Kegelapan"; Menulis di kolom Kompas.com; Juara II Lomba Opini Menyikapi Urbanisasi ke Jakarta Setelah Lebaran yang diselenggarakan Komunitas Kompasianer Jakarta)

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Siap-siap Potong Gaji Lagi! Yuk, Cermati Pilihan Membeli Rumah dengan Tabungan Emas Digital vs Tapera

28 Mei 2024   10:26 Diperbarui: 29 Mei 2024   04:01 676
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menabung untuk membeli rumah (UNSPLASH/SANDY MILLAR)

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Tapera sedang hangat diperbincangkan di berbagai media saat ini. Ketentuan baru tersebut mewajibkan potongan gaji 3 persen untuk Tabungan Perumahan Rakyat tidak hanya pada pegawai negeri sipil. Namun, Tapera sebenarnya sudah digagas pemerintah sejak 2016 melalui Undang-undang Nomor 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat. Dalam peraturan tersebut, Tapera didefinisikan sebagai penyimpanan yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan berikut hasil pemupukkannya setelah kepesertaan berakhir. Secara sederhana, Tapera adalah iuran yang dibayarkan peserta untuk membiayai perumahan. Iuran Tapera adalah sebesar 3%, dengan rincian 0,5% ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung oleh pekerja. Sementara itu bagi peserta mandiri, iuran 3% tersebut ditanggung oleh diri sendiri.

Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak karyawan yang bekerja keras setiap hari.

Kebutuhan akan tempat tinggal yang nyaman dan aman menjadi salah satu prioritas utama, terutama bagi mereka yang ingin membangun keluarga atau memiliki investasi jangka panjang.

Di tengah berbagai pilihan cara menabung untuk membeli rumah, dua opsi yang semakin populer adalah menabung emas digital dan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Menabung emas digital menawarkan fleksibilitas dan potensi pertumbuhan nilai investasi melalui aset emas, sementara Tapera, sebagai program pemerintah, menawarkan kemudahan dan dukungan finansial khusus untuk membeli rumah.


(SHUTTERSTOCK/TINNAKORN JORRUANG)
(SHUTTERSTOCK/TINNAKORN JORRUANG)

Artikel ini bertujuan untuk membandingkan kedua pilihan tersebut, memberikan gambaran yang jelas mengenai keuntungan dan risiko masing-masing, sehingga karyawan dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan situasi finansial mereka.

Menabung Emas Digital

Menabung emas digital adalah proses membeli dan menyimpan emas dalam bentuk digital, di mana karyawan dapat membeli emas secara online melalui platform atau aplikasi yang menyediakan layanan ini.

Emas yang dibeli disimpan secara virtual dan dapat dijual kembali atau ditransfer kapan saja melalui platform yang sama, tanpa harus memegang emas fisik.

Ilustrasi investasi emas (DOK. SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi investasi emas (DOK. SHUTTERSTOCK)

Keuntungan menabung emas digital:

  1. Likuiditas: Emas digital dapat dengan mudah dijual atau dicairkan menjadi uang tunai kapan saja melalui platform online, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pemiliknya.
  2. Perlindungan terhadap inflasi: Emas telah lama dikenal sebagai aset yang mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Harga emas cenderung naik saat inflasi meningkat, menjaga daya beli karyawan.
  3. Potensi kenaikan nilai: Emas sering kali mengalami kenaikan nilai seiring waktu, sehingga menabung dalam bentuk emas digital dapat memberikan potensi keuntungan jangka panjang.

Risiko yang terkait dengan menabung emas digital:

  1. Fluktuasi harga emas: Harga emas bisa sangat fluktuatif dalam jangka pendek, yang berarti nilai investasi karyawan bisa turun secara signifikan dalam waktu singkat.
  2. Biaya administrasi: Beberapa platform menabung emas digital mengenakan biaya administrasi atau penyimpanan, yang dapat mengurangi keuntungan bersih dari investasi.
  3. Ketidakpastian pasar: Meskipun emas dianggap sebagai aset yang relatif aman, tetap ada risiko yang berasal dari ketidakpastian pasar global dan perubahan kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi harga emas.

Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun