Mohon tunggu...
Krisanti_Kazan
Krisanti_Kazan Mohon Tunggu... Guru - Learning facilitator in SMA Sugar Group

Mencoba membuat jejak digital yang bermanfaat dan bercita² menghasilkan karya buku solo melalui penerbit mayor. (Learning facilitator di Sugar Group Schools sejak 2009, SMA Lazuardi 2000-2008; Guru Penggerak Angkatan 5; Pembicara Kelas Kemerdekaan di Temu Pendidik Nusantara ke 9; Pemenang Terbaik Kategori Guru Inovatif SMA Tingkat Provinsi-Apresiasi GTK HGN 2023; Menulis Buku Antologi "Belajar Berkarya dan Berbagi"; Buku Antologi "Pelita Kegelapan"; Menulis di kolom Kompas.com; Juara II Lomba Opini Menyikapi Urbanisasi ke Jakarta Setelah Lebaran yang diselenggarakan Komunitas Kompasianer Jakarta)

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Di Balik Badai Abu yang Membawa Kesuburan Tanah Pertanian

7 Mei 2024   15:01 Diperbarui: 15 Mei 2024   13:42 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
tanah vulkanik (sumber: pixabay)

Alam seringkali memiliki cara untuk menyembuhkan dirinya sendiri, bahkan dari kehancuran terbesar sekalipun.

Indonesia, yang terletak di Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung berapi yang aktif. Dilansir dari situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Indonesia memiliki jumlah gunung aktif sebanyak 127. Jumlah tersebut merupakan terbanyak di dunia dan menduduki peringkat pertama dengan jumlah korban jiwa terbanyak. 

Dari 127 gunung api tersebut, hanya 69 gunung api aktif yang dipantau oleh PVMBG. Meskipun letusan gunung berapi sering kali membawa bencana dan kerugian, sisi lain dari cerita tersebut adalah efek positifnya terhadap pertanian. Di balik badai abu yang mengancam, ada cerita tentang bagaimana abu vulkanik membawa kesuburan ke ladang-ladang di seluruh negeri.

Ketika gunung berapi meletus, prosesnya melibatkan pelepasan material-material vulkanik seperti magma, batuan, gas, dan abu ke atmosfer. Ini bisa menghasilkan serangkaian dampak yang dapat meluas jauh ke wilayah sekitarnya. 

Hasil ledakan gunung berapi dapat sangat bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, termasuk kekuatan letusan, jenis material vulkanik yang dilepaskan, dan kondisi lingkungan sekitarnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang proses ini, kita dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi dan merespons bencana alam yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.


Ledakan gunung berapi dapat menciptakan beberapa hasil yang berbeda seperti; pelepasan gas beracun, pembentukan awan panas, penciptaan lahar, perubahan lanskap, dan pengendapan abu vulkanik. 

Abu vulkanik adalah hasil letusan yang paling umum dan sering kali dapat mencapai wilayah yang sangat luas. Badai abu yang melanda wilayah sekitarnya, meninggalkan jejak kehancuran dan kekacauan. 

Abu ini dapat menciptakan lapisan tebal yang menutupi tanah dan infrastruktur, menyebabkan gangguan lalu lintas udara, dan bahkan dapat mempengaruhi iklim global dengan menutupi matahari.

Letusan gunung berapi seringkali dianggap sebagai bencana alam yang merusak, tetapi di balik tragedi tersebut, terdapat fenomena alam yang mampu membawa manfaat luar biasa bagi pertanian: abu vulkanik. Meskipun awalnya terlihat sebagai ancaman bagi lingkungan dan masyarakat, abu vulkanik memiliki potensi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian. Artikel ini mengulas bagaimana letusan gunung berapi dapat menjadi pencipta kesuburan bagi ladang-ladang di sekitarnya.

Mengapa Abu Vulkanik Baik untuk Tanah Pertanian?

Abu vulkanik mengandung berbagai mineral yang esensial bagi tanaman, termasuk fosfor, kalium, magnesium, dan unsur hara lainnya. Ketika abu ini tersebar di permukaan tanah, mineral-mineral tersebut dilepaskan dan tersedia bagi akar tanaman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun