Mohon tunggu...
Krisanti_Kazan
Krisanti_Kazan Mohon Tunggu... Guru - Learning facilitator in SMA Sugar Group

Mencoba membuat jejak digital yang bermanfaat dan bercita² menghasilkan karya buku solo melalui penerbit mayor. (Learning facilitator di Sugar Group Schools sejak 2009, SMA Lazuardi 2000-2008; Guru Penggerak Angkatan 5; Pembicara Kelas Kemerdekaan di Temu Pendidik Nusantara ke 9; Pemenang Terbaik Kategori Guru Inovatif SMA Tingkat Provinsi-Apresiasi GTK HGN 2023; Menulis Buku Antologi "Belajar Berkarya dan Berbagi"; Buku Antologi "Pelita Kegelapan"; Menulis di kolom Kompas.com; Juara II Lomba Opini Menyikapi Urbanisasi ke Jakarta Setelah Lebaran yang diselenggarakan Komunitas Kompasianer Jakarta)

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Memahami 5 Tanda "Post-Holiday Blues" Pasca Libur Lebaran dan Cara Mengatasinya

16 April 2024   07:58 Diperbarui: 17 April 2024   08:15 581
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Kembali kerja setelah lebaran. (Sumber: Tim Gouw via kompas.com)

Banyak penelitian menunjukkan bahwa liburan bermanfaat dalam memulihkan energi dan meningkatkan semangat. Namun, tidak semua orang merasa bahagia setelah liburan. Ada sebagian orang yang mengalami post-holiday blues justru merasa depresi dan mengalami penurunan suasana hati (mood) saat liburan berakhir.

Setelah periode liburan yang menyenangkan selama Lebaran, banyak pekerja mengalami apa yang dikenal sebagai "post-holiday blues" atau perasaan sedih dan kehilangan setelah kembali ke rutinitas kerja. 

Post-holiday blues seringkali menjadi momen yang menantang bagi banyak orang. Setelah liburan yang menyenangkan dan penuh kegembiraan seperti Lebaran, kembali ke rutinitas sehari-hari bisa menjadi sulit bagi beberapa orang. 

Momen ini sering disertai dengan perasaan sedih, kehilangan, atau bahkan kecemasan menghadapi tugas-tugas yang menumpuk di tempat kerja. 

sumber: clubesse.it
sumber: clubesse.it


Ini bisa menjadi momen di mana seseorang merasa nostalgia akan momen-momen indah yang telah berlalu, dan mungkin merasa sulit untuk menemukan semangat dan motivasi yang sama seperti saat liburan.

Bagi sebagian orang, post-holiday blues juga bisa menjadi momen introspeksi di mana mereka mengevaluasi kehidupan mereka, termasuk pekerjaan, hubungan, dan kebahagiaan secara umum. Ini bisa menjadi kesempatan untuk merumuskan tujuan baru atau menetapkan prioritas yang lebih jelas dalam hidup. 

Namun, meskipun post-holiday blues bisa menjadi momen yang menantang, itu juga bisa menjadi kesempatan untuk pertumbuhan pribadi dan pengembangan. 

Dengan mengatasi perasaan sedih dan kehilangan, seseorang dapat membangun ketahanan mental dan emosional yang lebih kuat, serta menemukan cara untuk menghargai momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami tanda-tanda post-holiday blues dan memiliki strategi untuk mengatasinya dapat membantu pekerja beradaptasi kembali dengan lebih mudah. Berikut adalah 5 tanda-tanda post-holiday blues dan 5 cara mengatasinya bagi pekerja:

sumber: freepik
sumber: freepik

Tanda-tanda Post-Holiday Blues

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun