Adi Arifin
Adi Arifin

Seperti banyak orang lain, ada banyak hal yang saya gemari di dunia ini. Dari sekian banyak itu, yang kedua adalah kopi. Mungkin akan ada banyak tulisan mengenai kecintaan saya terhadap kopi. Tapi sesuka apapun, kopi bukanlah satu-satunya biji di dunia ini. Jadi pastilah ada banyak juga yang tiba-tiba melintas di kepala saya saat saya iseng mengetik. Sebagai seorang lelaki biasa, pastilah wanita berada di urutan pertama. Tapi sepertinya itu terlalu mainstream, pria (normal) rasanya sama semua. Mungkin itu makanya lebih sering nggak kesebut. Kunjungi blog pribadi saya http://kopipait.web.id

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

SEO Tetap Kanal Digital Marketing Paling Efektif

8 Maret 2018   20:36 Diperbarui: 10 Maret 2018   20:23 525 0 0

Salah satu teori bisnis sederhana mengajarkan dimana ada keramaian disitu muncul pedagang. Seiring semakin memasyarakatnya penggunaan internet di Indonesia - data Goole terakhir mengatakan jumlah pengguna aktif internet di Indonesia sekitar 140 juta - perniagaan di dunia maya semakin populer. Di satu sisi masyarakat demain terbiasa berbelanja online. Di sisi lain pengusaha yang menjajakan produk dan jasanya di dunia maya semakin banyak. Bukan hanya pengusaha-pengusaha baru yang menganggap internet sebagai cara memulai bisnis yang tidak membutuhkan banyak modal, korporasi raksasa pun sekarang banyak yang membenamkan modal gila-gilaan.

Ada banyak tempat di dunia maya dimana pengguna internet berkumpul. Yang besar-besar debut saja portal-portal social media seperti Facebook, Twitter, dan lain-lainnya. Tidak heran kalau sekarang banyak yang berjualan disana. Dari awalnya menawarkan barang dagangan kepada teman-teman sendiri, Social Media Marketing semakin berkembang. Sekarang kita bisa menjaring pembeli dari berbagai penjuru dunia dengan memanfaatkan fasilitas periklanan yang disediakan seperti Facebook Ads misalnya. Ada juga portal-portal belanja baik yang berskala global maupun lokal, sebut saja contohnya seperti Tokopedia, OLX, dan Bukalapak.

Search Engine Itu Kanal Digital Marketing Paling Tua

Jauh sebelum kita mengenal Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lain-lain, kita mengenal alat untuk mencari informasi di internet. Ada kalanya kita memang hanya sekedar mencari informasi saja, misalnya kita ingin tahu kapan dan dimana Pak Harto dilahirkan. Tapi sering kali juga kita mencari informasi karena membutuhkan sesuatu, misalnya saja kita berniat berlibur di Bali dan karena itu ingin tahu hotel apa saja yang murah tapi nyaman di seputaran Pantai Kuta. 

Untuk kasus yang kedua ini, biasanya pencarian tidak berakhir begitu saja hanya sekedar karena keingintahuan itu sudah terpenuhi. Setelah kita mendapat informasi hotel mana saja yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, kita kemudian memilih yang paling cocok untuk kemudian mengambil keputusan, "Ok untuk liburan di Bali bulan depan ini saya akan menginap di Hotel ABC saja". 

Apakah kita mendiamkannya begitu saja kemudian setelah sampai di Bali nanti baru kita memerintahkan sopir taksi untuk mengantar kita ke Hotel ABC? Itu sih jaman old. Mana mau kita berhadapan dengan masalah begitu masuk tiba-tiba petugas reception hotel mengatakan tidak ada kamar yang kosong. Supaya aman, kita angkat telepon uituk melakukan pemesanan. Masih jaman old juga ya. Kalau jaman now kita langsung melakukan pemesanan melalui website hotel atau portal e-commerce travel seperti Traveloka atau Pegi-Pegi.

Alat yang kita gunakan untuk mencari informasi itu kita kenal sebagai mesin pencari alias search engine. Dan saat ini search engine yang paling banyak dipakai adalah Google. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2017 Google menguasai 74,54% pasar pencarian melalui search engine. Rata-rata Google melayani 3,5 milyar pencarian setiap harinya.

Tidak heran kalau kemudian pengusaha berusaha untuk mendapatkan ranking yang tinggi untuk kata kunci pencarian yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Kalau kita kembali ke contoh kasus di atas, hotel yang websitenya menempati rangking tinggi saat kita menggunakan Google untuk melakukan pencarian dengan kata kunci "hotel di Kuta" akan mendapat kemungkinan lebih besar untuk dipesan. Sebagus apapun hotelnya, semurah apapun harganya, kalau saat kita melakukan pencarian websitenya terkubur di halaman kesekian, kita tidak akan tahu.

Teknik untuk menarik calon konsumen melalui search engine ini kita kenal sebagai Search Engine Marketing. Dalam SEM kita mengenal dua cara untuk membuat website kita berada di bagian atas datar hasil pencarian. Cara paling praktis adalah membayar, dengan menggunakan fasilitas periklanan yang disediakan search engine. 

Google menamakan fasilitas periklanan miliknya sebagai AdWords. Dalam dunia digital marketing metode AdWords ini dikenal dengan istilah PPC yang merupakan singkatan dari Pay Per Click. Si pengiklan harus membayar sejumlah uang kepada Google setiap kali ada pengguna yang mengunjungi websitenya dengan meng-click iklan yang ditayangkan pada datar hasil pencarian Google.

Tetapi kalau Google menganggap website memiliki informasi yang berkualitas dan relevan dengan kata kunci yang dipakai saat pengguna melakukan pencarian, Google akan memberikan ranking yang tinggi dalam daftar hasil pencarian tanka si pemilik mengeluarkan uang. 

Ranking tinggi dalam daftar hasil pencarian tanpa beriklan ini dikenal dengan istilah ranking organik. Selain gratis, statistik secara consisten dan meyakinkan menunjukkan baha ranking organik ini lebih menarik bagi pengguna search engine daripada ranking PPC. Maksudanya kalau pengguna melakukan pencarian melalui search engine dengan kata kunci tertentu, saat Google memberikan daftar hasil pencarian, dia lebih cenderung meng-klik yang organik daripada yang PPC.

Kurang enak apa lagi? Sudah gratis, lebih efektif pula.

Lalu Apa Itu SEO?

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimisation. Dalam Bahasa Indonesia biasanya kita menterjemahkannya sebagai optimasi mesin pencari. SEO ini adalah upaya yang dilakukan supaya website kita dinilai Google sebagai website yang berkualitas, kaya akan informasi penting yang relevan denga kata kunci yang sesuai dengan produk atau layanan yang kita tawarkan.

Jadi kalau kita mengelola website untuk sebuah hotel yang berada di seputaran Pantai Kuta misalnya, website itu akan mendapatkan ranking yang tinggi saat pengguna Google melakukan pencarian dengan kata kunci seperti "hotel di Kuta", "hotel dekat Pantai Kuta", "hotel di Bali", dan sebagainya. 

Tetnu saja sehebat apapun strategi dan implementasi SEO yang dilakukan, website itu tidak akan muncul kalau pengguna Google melakukan pencarian dengan kata kunci yang tidak ada hubungannya sama sekali misalnya "toko obat pemutih wajah di Surabaya".

Referesi:

Contoh aplikasinya bisa dilihat disini: