Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Jika Pengalaman adalah Guru Terbaik, Maka 2020 Itu...

3 Januari 2021   05:07 Diperbarui: 3 Januari 2021   11:00 1647
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi berharap. (sumber: pixabay.com/geralt)

Jika pengalaman adalah guru terbaik, barangkali, tahun 2020 adalah guru galak yang telah mengajarkan kita banyak hal. Pengalaman berlalu, terbit harapan baru.

Banyak momen yang pahit untuk diulang, tapi manis buat dikenang. Kita semua telah sama-sama melihat dan merasan pandemi corona yang terjadi hingga sekarang.

Tidak hanya itu, seperti yang ditulis Kompasianer Taura, pengangguran yang meningkat, kemerosotan ekonomi yang tajam, dan kesulitan keuangan banyak masyarakat hanyalah kepingan kecil dari kisah besar sebuah tahun yang penuh dengan tantangan

Itulah masa lalu yang mesti kita akui agar bisa bangkit tahun ini.

Inilah 5 konten terpopuler dan menarik di Kompasiana dalam sepekan.

1. Selamat Tinggal Pengalaman (2020) dan Selamat Datang Harapan (2021)

Kompasianer TauRa mengingatkan, tahun 2020 bisa menjadi tahun kesedihan kalau Anda memaknainya demikian.

Akan tetapi, baginya, tahun lalu adalah itulah tahun pengalaman.

"Tapi saya lebih memilih untuk menyebutnya tahun pengalaman, karena ada banyak sekali pengalaman yang diajarkan dan diberikan kepada kita," tulisnya.

Alasannya untuk menyebut tahun 2020 sebagai tahun pengalaman karena memang kini saatnya menyambut tahun harapan (2021) dengan antusias.

Satu hal yang harus selalu kita ingat, lanjutnya, kalau tak ada badai yang tak pernah usai. Tak ada kesulitan yang takkan berakhir. (Baca selengkapnya)

2. "Ilusi" Itu Bernama Dividend Yield

Seorang teman bercerita pada Kompasianer Adica Wirawan kalau baru saja membeli saham perusahaan batubara dengan alasan mempunyai nilai dividend yield yang tinggi, yakni di atas 10 persen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun