Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Hari Santri dan Harapan untuk Indonesia Maju

23 Oktober 2020   04:22 Diperbarui: 23 Oktober 2020   04:27 671 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari Santri dan Harapan untuk Indonesia Maju
Kegiatan memperingati Hari Santri Nasional dengan tema Santri Sehat, Indonesia Kuat yang jatuh pada hari ini. (Ilustrasi diolah dari sumber ANTARA FOTO/FAUZAN via kompas.com)

Seperti kita tahu: 22 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Santri Nasional sejak 2015.

Sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, peringatan Hari Santri 2020 mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".

Harapannya, bagi para santri dan bangsa Indonesia, untuk senantiasa hidup sehat dan menjadikan pesantren sebagai lingkungan yang sehat.

Lebih jauh semoga para santri tidak boleh hanya dibekali kemampuan berdakwah dan mengaji, tetapi juga kemampuan lain yang kelak berguna ketika mereka telah menyelesaikan pendidikannya.

Selain peringatan Hari Santri, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana, kemarin.

1. Hari Santri: Berjihad Tanpa Henti Membangun Kesehatan Pesantren
Santri Pondok Pesantren Al-Mizan di Majalengka (Foto: istimewa via jabar.tribunnews.com)
Santri Pondok Pesantren Al-Mizan di Majalengka (Foto: istimewa via jabar.tribunnews.com)

Pada Hari Santri tahun ini seyogianya menjadi momen pemantik semangat berjihad memperbaiki kesehatan menyeluruh di lingkungan pesantren.

Sebab masih banyak pesantren yang belum memenuhi aspek daya tampung, kenyamanan, kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang sesuai dengan 11 ayat 3 undang-undang No. 18 tahun 2019 tentang pesantren. (Baca selengkapnya)

2. Setahun Jokowi-Ma'ruf, Harapan Menuju Indonesia Maju dan Merdeka dari Covid-19
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Soal harapan dan menagih janji-janji politik Pemerintah, tentu tidak salah jika setiap elemen bangsa menyampaikan hal ini.

Namun, tentu saja, mesti dilakukan dengan semangat kebersamaan. Apalagi dijadikan serangan politik untuk menjatuhkan dan mengambil kesempatan untuk menuai simpati untuk kepentingan pribadi dan menimbulkan perpecahan. (Baca selengkapnya)

3. Pendekatan "Coercion" sebagai Pilihan Akhir agar Perubahan Berhasil
Ilustrasi demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Ilustrasi demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Penolakan terhadap perubahan merupakan hal yang sangat umum dan biasa terjadi dimana-mana. Dan karenanya, tersedia beragam strategi agar perubahan itu berhasil dengan baik, Coercion Approach atau dengan cara memaksakan perubahan itu sendiri. (Baca selengkapnya)

4. Cegah Depresi Anak, Coba Belajar dari Duo Bapak Pendidik Bangsa
Ki Hajar Dewantara dan Rabindranath Tagore | Ilustrasi hasil olah pribadi/Ayu Diahastuti
Ki Hajar Dewantara dan Rabindranath Tagore | Ilustrasi hasil olah pribadi/Ayu Diahastuti

Setiap hal, setiap orang yang ada di sekeliling kita adalah Guru bagi kita. Termasuk anak-anak. Tuhan memakai siapa pun dan apa pun agar kita dapat belajar menjadi lebih dewasa. (Baca selengkapnya)

5. Serba-serbi Memelihara Ikan dari Sisi Feng Shui
san5-5f918916d541df4fa2057622.jpg
san5-5f918916d541df4fa2057622.jpg

Jika benda-benda ini ditempatkan dengan benar, maka akan mendatangkan energi positif bagi kerukunan, kesehatan, dan juga keberuntungan.

Akan tetapi, bila ditempatkan dengan salah, maka air juga memiliki energi yang bisa menghancurkan. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x