Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Saat "New Normal" Menjadi Mitos hingga Isu Pemerintah yang Tak Selaras

12 September 2020   04:19 Diperbarui: 13 September 2020   14:25 636 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saat "New Normal" Menjadi Mitos hingga Isu Pemerintah yang Tak Selaras
Suasana di depan pintu masuk Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020). Aktivitas warga yang cenderung meningkat terutama di sektor perekonomian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya penularan Covid-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali akan menerapkan pengetatan pembatasan sosial berskala besar pada awal pekan. (Ilustrasi diolah dari foto: KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Meski istilah New Normal sudah diganti menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tampaknya sudah lama tidak lagi kita dengar, ya?

Masyarakat telah kembali beraktivitas seperti biasa meski ada yang berbeda, namun dengan tetap mematuhi sejumlah protokol kesehatan seperti memakai masker dan membatasi jarak fisik.

Materi edukasi yang tidak ada hentinya diberikan menjadi angin lalu bagi masyarakat.

Penerapan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru memang sangat diperlukan untuk dapat menekan laju penularan Covid-19. Akan tetapi ketika kesadaran dan kedisiplinan mengendur itu jadi sia-sia, bukan?

Inilah 5 konten menarik dan terpopuler Kompasiana hari ini.

1. Saat "New Normal" (Akhirnya) Menjadi Sebuah Mitos
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Stasiun MRT Bundaran HI di saat new normal kala pandemi Covid-19 (Agus Suparto)
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Stasiun MRT Bundaran HI di saat new normal kala pandemi Covid-19 (Agus Suparto)

Memang, ada protokol kesehatan, tapi, protokol itu tak diterapkan secara konsisten. Ada banyak kompromi dan celah pelanggaran yang selalu bisa dimanfaatkan. Hasilnya? Ya sudahlah. (Baca selengkapnya)

2. PSBB Jakarta: Berbuntut Flash Sale IHSG dan Isu Pemerintah yang Tak Selaras
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Kebijakan penerapan PSBB memang akan sangat berdampak pada harga saham-saham yang diperdagangkan di BEI. Hal ini juga terjadi pada saat penerapan PSBB di awal-awal terjadinya pandemi di Indonesia. (Baca selengkapnya)

3. Penipu di Instagram, Facebook, dan Media Sosial Lainnya Terus Berjaya?
Ilustrasi penipuan di media sosial. (sumber: Kredivo via Kompas.com)
Ilustrasi penipuan di media sosial. (sumber: Kredivo via Kompas.com)

Upaya pengelola media sosial tidak efektif mencegah dan membuat jera para penjahat tersebut, sehingga mereka terus bertumbuh dan melakukan kejahatannya dengan leluasa. (Baca selengkapnya)

4. Kisruh Konflik Kepentingan dan Optimistis ala Alfred Riedl
Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl (tiga kiri) saat memimpin latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2014). (Foto: SUPER BALL/FERI SETIAWAN)
Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl (tiga kiri) saat memimpin latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2014). (Foto: SUPER BALL/FERI SETIAWAN)

Mungkin Riedl telah gagal di dua partai final. Namun, ia tak pernah sekalipun gagal menumbuhkan optimistis sepak bola Indonesia. (Baca selengkapnya)

5. Membaca Kiprah dan Pesan Pak Jakob Oetama
Poster Jakob Oetama. (Foto: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)
Poster Jakob Oetama. (Foto: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

Melalui tulisan tentangnya, kita bisa memahami apa yang sudah beliau lakukan, nilai-nilai yang diajarkan, dan ujaran yang sering dikemukakannya pada berbagai kesempatan. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x