Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Terpopuler: Cukai Kantong Plastik ala Menkeu Sri Mulyani hingga Tuntutan Eks-Milisi Timor Timur

8 Mei 2020   04:25 Diperbarui: 8 Mei 2020   05:28 781 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terpopuler: Cukai Kantong Plastik ala Menkeu Sri Mulyani hingga Tuntutan Eks-Milisi Timor Timur
ilustrasi diet menggunakan kantong plastik. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Hingga kini segala upaya untuk mengurangi angka penggunaan kantong plastik terus digalakan: dari penerapan kantong plastik berbayar hingga kampanye kelestarian lingkungan.

Hal tersebut, tentu saja, untuk mengajak dan menggugah kesadaran kita dalam lebih efisien dalam menggunakan kantong plastik ini.

Terlebih, jika kantong plastik kini dikenakan cukai, seperti yang sempat dibahas oleh Menkeu Sri Mulyani dengan Komisi XI DPR-RI dengan tarif Rp 30.000 per kilogram bisa lebih memberi dampak langsung.

Permasalahannya justru apakah industri yang bergerak di bidang plastik ini mau? Apalagi kalau tujuan penerapan cukai plastik untuk pendapatan negara sebut dia, maka sebaiknya yang dikenai cukai adalah bahan baku plastik dan bahan jadi plastik impor.

Selain itu masih ada konten menarik lainnya seperti menakar kritik Najwa Shihab terhadap DPR hingga cara negara-negara menangani pandemi covid-19 sebagai sebuah kompetisi.

Inilah 5 konten menarik dan terpopuler di kompasiana kemarin:

1. Menkeu Sri Mulyani, Apakah Mau Amankan "Misteri KPB" melalui Cukai Kantong Plastik?
Ilustrasi: Iklan KPB-KPTG. Sumber: Dokpri | ASRUL HOESEIN
Ilustrasi: Iklan KPB-KPTG. Sumber: Dokpri | ASRUL HOESEIN

Sebenarnya masalah sampah dan terkait sampah plastik ini sangat lucu dan ngeri. Seandainya publik atau rakyat konsumen mengetahui duduk masalahnya, mungkin rakyat marah besar. Karena sangat melanggar berbagai regulasi. (Baca selengkapnya)

2. Menakar Kritik Najwa Sihab kepada Anggota DPR-RI, Tepatkah?
Presenter Najwa Shihab saat Wawancara Ekslusif dengan Kompas.com di Kantor Narasi TV, Jakarta, Jumat (7/2/2020)(KOMPAS.com/SANIA MASHABI)
Presenter Najwa Shihab saat Wawancara Ekslusif dengan Kompas.com di Kantor Narasi TV, Jakarta, Jumat (7/2/2020)(KOMPAS.com/SANIA MASHABI)

Sederhananya, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tidak bersalah --walaupun surat terbuka tersebut bukanlah merupakan produk jurnalistik. (Baca selengkapnya)

3. Eks-Milisi Timor Timur Ancam Pemerintah cq Menhan Prabowo Subianto, Ada Apa?
Prabowo Subianto tabur bunga di makam tokoh pro-integrasi Timor Timur, 27 Desember 2018 [Tribunnews.com]
Prabowo Subianto tabur bunga di makam tokoh pro-integrasi Timor Timur, 27 Desember 2018 [Tribunnews.com]

Tuntutan para mantan milisi Timor Timur, yang terpaksa mereka bingkai dengan pernyataan bernada ancaman itu tidak terlepas dari beratnya kondisi hidup. (Baca selengkapnya)

4. Penanganan Covid-19 Bukanlah Kompetisi Antar Negara, Pak Presiden!
Presiden Joko Widodo | Sumber gambar : AFP
Presiden Joko Widodo | Sumber gambar : AFP

Padahal saat ini kita sedang menghadapi pandemi, bukan kompetisi yang beradu siapa yang cepat dia yang menang dan berstatus lebih unggul dari bangsa lain. (Baca selengkapnya)

5. Sing Wis Duwur, Anteng Wae!
Ilustrasi langit dan laut | Agus Noor_files - wordpress
Ilustrasi langit dan laut | Agus Noor_files - wordpress

Dalam hal ini "duwur" tinggi berkaitan dengan segalanya, pangkat, jabatan, harta dan status sosial. Meraihnya memang memerlukan perjuangan keras, ketekunan, kesabaran, keuletan daj sebagainya. Hingga hasil yang dicapai adalah posisi yang tinggi segalanya atau salah satu di antaranya. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x