Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Terpopuler: Dari Lulus Jalur Corona hingga Amukan Bupati pada Mensos

5 Mei 2020   05:45 Diperbarui: 5 Mei 2020   05:43 1009 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terpopuler: Dari Lulus Jalur Corona hingga Amukan Bupati pada Mensos
Ilustrasi. Foto: ANT/Wira Suryntala

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) kemarin, kabar bahagia menjadi kado istimewa bagi siswa SMU/SMK. Hari itu mereka mendapatkan pengumuman sekaligus menerima ijazah atau sertifikat kelulusan daring (online).

Tentu saja ini menjadi sejarah bagi dunia pendidikan kita sebab baru pertama kalinya peserta didik tidak mengalami tahap ujian nasional dalam meraih kelulusan.

Di saat situasi wabah Covid-19 yang terus meningkat, Sialnya mereka tidak bisa mengekspresikan kegembiraannya, seperti tradisi yang biasanya dilakukan para siswa pendahulu mereka.

Selain tema kelulusan yang ramai dibaca, terdapat juga artikel lain yang menarik, seperti yang ditulis Kompasianer Franklin Towoliu yang menganalisis kemarahan Bupati Bolaang Mangondow Timur, Sulut kepada Mensos tentang data bantuan sosial.

Berikut 5 konten menarik yang populer kemarin:

1. Lulus Jalur Corona, Bangga atau Lara?

ilustrasi pelajar yang merayakan kelulusan. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
ilustrasi pelajar yang merayakan kelulusan. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Tak ada kegaduhan, tak ada keributan, dan tak ada euforia berlebihan yang membahayakan. Boleh jadi kelulusan SMU/SMK tahun 2020 ini akan menjadi rekor sebagai kelulusan paling tenang dan paling damai sepanjang sejarah.

Berbanggalah meski ada duka karena tidak ada pesta yang seperti biasanya, kelulusan kalian akan tercatat dalam sejarah bangsa dan bisa menjadi acuan bagi sistem kelulusan di masa mendatang. (Baca Selengkapnya)

2. Kritik Keras Wacana Relaksasi PSBB
Menko Polhukam Mahfud Md. Foto: KOMPAS.com/Yuniadhi Agung
Menko Polhukam Mahfud Md. Foto: KOMPAS.com/Yuniadhi Agung
Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, wacana relaksasi PSBB sebagai jawaban atas kesulitan masyarakat bukan hanya tidak tepat tetapi juga akan membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat itu sendiri.

Sebab, saat PSBB seperti sekarang ini saja masyarakat masih banyak yang terang-terangan melanggar apalagi jika kemudian dilonggarkan. Tidak ada jaminan juga setelah releksasi masyarakat tidak akan mengeluh lagi. (Baca Selengkapnya)

3. Prediksi Keruntuhan Juche Jika Kim Jong Un Meninggal
Kim Jon Un [AFP/Korean News Agency via Kompas.com]
Kim Jon Un [AFP/Korean News Agency via Kompas.com]
Selama ini banyak yang menyangka Korea Utara adalah negara komunis. Sedikit saja yang tahu jika sejak Desember 1955, ideologi Korea Utara sudah berubah dari Stalinisme menjadi Juche. (Baca Selengkapnya)

4. Wahai PLN, Tak Bisakah Beri Kami Keringanan?
Buka puasa ditemani lilin, karena listrik tidak menyala di Berau (1/5/2020). Dok Pribadi Penulis
Buka puasa ditemani lilin, karena listrik tidak menyala di Berau (1/5/2020). Dok Pribadi Penulis
Keluhan berseliweran di beranda belantara maya. Ada yang menuduh Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan tarif dasar listrik. Ada pula yang kaget melihat meteran listriknya perubahannya drastis. Faktanya PLN belum ada menaikkan tarif dasar listrik.

Sekaya apa pun seseorang, saat ini semua jelas terkena dampak. Kenapa? Karena roda ekonomi sedang kurang lancar. 

Bukankah sudah banyak kasus mereka yang berpendapatan besar pun kini badannya mulai 'meriang' karena dihadang banyak kebutuhan. Sementara penghasilan tidak lagi maksimal seperti sebelumnya. (Baca Selengkapnya)

5. Meraba Resah di Balik Heboh Amukan Bupati pada Mensos

ilustrasi pejabat. (sumber: KOMPAS)
ilustrasi pejabat. (sumber: KOMPAS)
Pemimpin sah saja kalau marah, kan? Jika begitu mari kita simpulkan kemarahan bupati ini pasti kemarahan yang positif.

Lalu apa motif positif dari Kemarahan seorang Bupati Sehan Landjar (ini kepala Daerah Kabupaten Bolaangmongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara) yang setahu saya orang baik dan loyal terhadap rakyat?

Rupanya disitulah letak pemicu atau motif kemarahan pak bupati. Yaitu, sikap loyal dan kebaikan hatinya pada rakyat. Ibarat seorang bapak, beliau resah menunggu bantuan BLT yang tak kunjung datang. (Baca Selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x