Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Terpopuler: Paskah 2020 yang Istimewa hingga Cemas Daftar Kartu Prakerja

13 April 2020   04:55 Diperbarui: 13 April 2020   05:03 2717 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terpopuler: Paskah 2020 yang Istimewa hingga Cemas Daftar Kartu Prakerja
Lilin menyala pada perayaan misa kedua Malam Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, Umat Katolik menjalani pekan Tri Hari Suci secara daring melalui siaran televisi maupun streaming. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO).

Ada yang berbeda dalam merayakan Hari Paskah yang jatuh pada 12 April tahun ini. Pandemi Covid-19 yang masih belum mereda membuat momen Tri Hari Suci harus dilalui di rumah saja, tanpa beranjak ke gereja.

Sebagai solusi, misa ditayangkan melalui siaran televisi atau live streaming sehingga umat Katolik tetap bisa beribadah "bersama".

Selain kisah-kisah Paskah 2020 yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, di akhir pekan kemarin Kompasiana menerima banyak artikel dengan topik yang beragam, seperti soal pendaftaran kartu prakerja yang sudah dibuka, atau bahasan tentang meme "dancing coffin" yang sedang tren di internet.

Berikut 5 artikel terpopuler kemarin:

Paskah  2020 yang Istimewa dan Titik Nol

Gereja Katedral Hati Kudus Yokohama (dok. Ignatius Budi Prasetyo)
Gereja Katedral Hati Kudus Yokohama (dok. Ignatius Budi Prasetyo)
Secara fisik, komuni tidak mungkin dilakukan pada misa melalui live streaming. Sehingga sebagai gantinya, umat menerima komuni batin (saya lebih memilih untuk menyebutnya sebagai komuni spiritual).

Ini merupakan keistimewaan ketiga Paskah 2020, karena melalui komuni spiritual, kita bersama-sama menyambut Kristus sendiri ke dalam hati kita. (selengkapnya)

Beban Berat Pasien Gangguan Jiwa Selama Masa Pandemi Covid-19

Photo by Nik Shuliahin (@tjump) on Unsplash
Photo by Nik Shuliahin (@tjump) on Unsplash
Pandemi Covid-19 merupakan krisis yang berat bagi pasien dengan penyakit mental berat seperti skizofrenia dan sistem perawatan kesehatan yang melayani mereka, seperti dikatakan Dr. Benjamin Druss dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Rollins Universitas Emory di Atlanta, Georgia.

Dalam pendapat yang dipublikasikan secara online pada 3 April 2020 di JAMA Psychiatry, Dr. Druss mengatakan bahwa "bencana pandemi global ini secara tidak proporsional mempengaruhi populasi masyarakat miskin dan rentan serta pasien dengan penyakit mental berat. (selengkapnya)

Harap-harap Cemas Saat Mendaftar Program Kartu  Prakerja

Ilustrasi: prakerja.go.id
Ilustrasi: prakerja.go.id
Beberapa kali percobaan memang tak membuahkan hasil, dan ketika berusaha mengirim data, akun saya malah logout secara otomatis sehingga saya masih harus melakukan login.

Sungguh pun alamat e-mail dan password sudah benar, terkadang respon yang muncul dari sistem sungguh menyebalkan. Kadang "Silahkan periksa alamat e-mail dan password Anda" yang mengindikasikan kesalahan pada salah satu atau kedua variabel tersebut. (selengkapnya)

Menertawakan Kematian dengan Meme Tarian Pengusung Peti Mati

Ilustrasi: Youtube/BBC Africa via dailydot.com
Ilustrasi: Youtube/BBC Africa via dailydot.com
Pengusung peti jenazah (pallbearer) yang menari hanya sebagian kecil dari tradisi prosesi pemakaman di Ghana. Saat ini, prosesi ini menjadi sebuah bisnis besar di Ghana. Beberapa pallbearer bahkan sudah menjadikannya sebagai profesi yang menjanjikan.

Video pallbearer Ghana yang diedit ke dalam meme 'dancing coffin' konon muncul pertama kali dari TikTok pada bulan Februari 2020 lalu di mana sebuah akun di TikTok menyatukan ketiga konten; video gagal, lagu Astronomia, dan Ghana pallbearers. (selanjutnya)

Fitnah Dajjal dan Fenomena Cocoklogi terhadap Tanda-tanda Kedatangannya

Ilustrasi: patheos.com/canstockphoto
Ilustrasi: patheos.com/canstockphoto

Fenomena Dajjal sendiri lebih bernuansa iblis daripada manusiawi. Hal ini tampak dari kalimat kiasan hadis yang mengatakan bahwa "Dajjal membawa surga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya surga, dan surganya itu sebenarnya neraka."

Jelas bahwa ini bukanlah fitnah sederhana seperti kebohongan saat berbicara, berjanji dan bersikap. Fitnah Dajjal lebih mengarah pada hakikat pengujian iman yang taruhannya adalah kehidupan abadi di akhirat. Akan ke surga atau ke neraka. (selengkapnya)

VIDEO PILIHAN