Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Terpopuler: Prosesi Nyepi ala Adat Dayak hingga Kepulangan Ibunda Jokowi

26 Maret 2020   04:10 Diperbarui: 26 Maret 2020   04:11 2311 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terpopuler: Prosesi Nyepi ala Adat Dayak hingga Kepulangan Ibunda Jokowi
ilustrasi. (shutterstock)

Tepat pada tanggal 25 Maret 2020, umat Hindu melangsungkan prosesi Nyepi sebagai bentuk perayaan Tahun Baru Saka 1942. Tahun ini suasana Nyepi terasa lebih sepi karena terjadi di tengah pandemi Covid-19, yang "memaksa" masyarakat tak ke mana-mana. Berdiam diri di rumah.

Menyoal Nyepi, Kompasianer Anton Surya memberikan perspektif lain. Dalam tradisi Suku Dayak dikenal perayaan tahunan bernama Balala. Seperti apa yang dimaksud dengan Balala?

Anda bisa membacanya bersama dengan  4 artikel populer lainnya yang masih didominasi oleh topik Covid-19 di bawah ini.

Mengenal "Balala", Prosesi Nyepi Menurut Adat Dayak

Potret Kota Landak di tengah berlangsungnya Acara Adat Balala' atau Bapantang untuk tidak keluar rumah yang sudah disepakati bersama oleh Dewan Adat Dayak (DAD) bersama para timanggong se-Kabupaten Landak, Kalbar, Senin (23/3/2020).| Sumber: TribunPontianak/Alfon Pardosi
Potret Kota Landak di tengah berlangsungnya Acara Adat Balala' atau Bapantang untuk tidak keluar rumah yang sudah disepakati bersama oleh Dewan Adat Dayak (DAD) bersama para timanggong se-Kabupaten Landak, Kalbar, Senin (23/3/2020).| Sumber: TribunPontianak/Alfon Pardosi
Tidak ada penjelasan yang pasti jejak sejarah Balala, sangat mungkin ada pengaruh dari Hinduisme karena Kerajaan Hindu tertua berada di Kalimantan dan beberapa kerajaan Hindu juga pernah berdiri di Kalimantan Barat.

Balala menjadi populer kembali saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. (selengkapnya)

Mengenang Ibunda Jokowi Sujiatmi Notomiharjo, Simbol Kesederhanaan dan Kejujuran

Sudjiatmi, Ibunda Jokowi, saat menghadiri geladi bersih pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Minggu (19/10/2014).(KOMPAS.COM/DANI PRABOWO)
Sudjiatmi, Ibunda Jokowi, saat menghadiri geladi bersih pelantikan presiden dan wakil presiden di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Minggu (19/10/2014).(KOMPAS.COM/DANI PRABOWO)
Jika harus mengenang sosok Eyang Sudjiatmi Notomiharjo,  untuk menggambarkan sosok ini secara simbolik maka hanya akan teringat  dua buah kata yakni "kesederhanaan dan kejujuran". Simbol bagaimana Eyang Sujiatmi menautkan dirinya dengan sesama di dalam hidupnya. (Baca selengkapnya)

Covid-19, Selamat Jalan Amir Sambodo
dok. Jilal Mardani
dok. Jilal Mardani

Saya kenal mas Amir, juga kembarannya Umar, saat masih duduk di bangku SMA. Indekost mereka berdua yang saat itu sudah kuliah di ITB, terletak di belakang sekolah saya.

Selasa pagi kemarin, beliau telah mendahului kita semua. Menyusul puluhan korban lain dari Indonesia yang diduga terjangkit wabah virus corona yang sedang mendunia. (selengkapnya)

Mengapa Orang Asing Suka Mandi Matahari?

Ilustrasi berjemur matahari (Ingram Publishing via KOMPAS.com)
Ilustrasi berjemur matahari (Ingram Publishing via KOMPAS.com)
Saya pikir we live under the same sun. Baik orang timur atau orang barat, semua akan mendapatkan kehangatan matahari di mana dan kapan saja. Jadi, mengapa orang suka mandi matahari?

Baru beberapa menit sunbathing di balkon berpagar aluminium itu, tubuh sudah serasa dialiri jutaan energi. Panasnya sungguh terasa. Panas yang bikin saya merindu hangatnya matahari di Indonesia dan kudu menanti sampai Juni hingga Agustus di Jerman. Itu terjadi setiap tahun. (selengkapnya)

Mas Nadiem, Anakku seperti Atlet Olimpiade yang Gagal Tampil!

Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.(AFP/RICKY PRAKOSO)
Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.(AFP/RICKY PRAKOSO)
Semua pihak akan mengerti dan memahami. Alasan logis pembatalan UN di semua jenjang pendidikan. Tak akan ada telunjuk yang bebas diarahkan! Tak mungkin menyigi, siapa saja pihak yang bersalah.

Dari kekecewaan anak gadisku. Mungkin juga dialami oleh banyak anak-anak yang lain di pelosok negeri. Aku hanya ingin berujar kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (selengkapnya)

VIDEO PILIHAN