Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Perempuan Diimbau untuk Deteksi Dini Kanker

12 Maret 2018   11:12 Diperbarui: 13 Maret 2018   15:14 874 5 0
Perempuan Diimbau untuk Deteksi Dini Kanker
Ilustrasi. TheCheatSheet

Kanker menjadi momok menakutkan. Pasalnya penyakit ini membawa risiko kematian paling besar di dunia. Kanker itu sendiri merupakan sel tubuh yang mengalami perubahan secara genetik dan karena perubahan itu, pertumbuhannya menjadi tidak terkendali dan bermutasi lebih cepat dibandingkan sel normal, sehingga sel normal itu mati dan tidak berfungsi.

Pada tahun 2012 lalu, WHO/ICO Information Center of HPV & Cervical Cancre merilis data GLOBOCAN (Global Burden Cancer), 1 tahun terjadi 14 kasus terbaru diseluruh dunia dan separuhnya, sekitar 8,2 juta orang meninggal karena kanker.

Umumya kanker yang sering diderita oleh perempuan, meliputi kanker payudara, paru, kloretal (pencernaan bawah), dan serviks. Di Indonesia kanker yang paling banyak diderita adalah kanker payudara dan kanker leher Rahim, kedua jenis kanker tersebut merupakan jenis kanker yang paling berbahaya. Bahkan berdasarkan data dari Kemenkes, setiap satu jam ada satu wanita meninggal dunia karena kanker serviks ini. 

Banyak faktor yang mempengaruhi resiko terkena kanker, seperti faktor perilaku dan faktor paparan. Faktor perilaku dapat berupa pola makan yang salah, indeks masa tubuh tinggi, kurangnya konsumsi sayur dan buah serta konsumsi rokok serta alkohl yang berlebihan, sedangkan faktor paparan meliputi linkungan yang terkena zat zat yang bersifat kansinogen seperti ultraviolet dan radiasi.

Dr.dr.Raditya Wratsangka Sp.og, selaku dokter spesialis Obygin di Prodia Woman Health Center mengatakan bahwa kanker dapat dicegah dengan tiga cara, yaitu primary prevention -- pencegahan kanker dengan melakukan promosi kesehatan, artinya tenaga medis melakukan eduasi dan memberikan vaksinasi AVP. Secondary prevention -- upaya deteksi dini penyakit kanker dan bisa dikatakan tahap ini sudah ada kemungkinan awal stasium kanker itu ditemukan dan terkahir tertiary prevention -- penderita yang sudah terkena kanker menjalani rehabilitasi.

Dokumentasi Kompasiana
Dokumentasi Kompasiana

Perlunya perempuan menedeteksi kanker sejak dini

Seperti yang dijelaskan bawa kanker merupakan penyakit yang cukup banyak terjadi dan termasuk penyakit yang berkembang cukup lama, dimana virus AVP itu sendiri masuk ke dalam tubuh hingga terjadi kanker butuh waktu 15-20 tahun, sehingga mendeteksi virus AVP pada tahap belum menjadi kanker, tentu memberikan kemudahan dalam penangannya.

Meskipun penyakit kanker ini tergolong berbahaya, namun masih banyak perempuan yang tdiak mau memeriksa sejak dini karena beberapa hal, seperti biaya pemeriksaan yang terlalu mahal, takut diagnose kanker itu benar terjadi kepada orang tersebut, dan perasaan malu terhadap kelainan yang ada di dalam tubuh.

Dalam diskusi yang diselenggarakan di Prodia Woman Health Center pada hari Kamis (8/2/2018) Dr.dr.Raditya Wratsangka Sp.og juga mengatakan, "Ada beberapa gejala umum kanker yang harus diwaspadai, seperti susah buang air besar, terdapat masalah dalam pencernaan, batuk yang tidak kunjung sembuh, adanya benjolan di payudara, tahi lalat yang berubah dari kecil menjadi besar dalam waktu singkat, keluar darah yang tidak pada waktunya, hingga ada bekas luka yang tak kunjung sembuh.

Ia juga menambahkan pula bahwa ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk melihat apakah seorang perempuan benar menderita kanker atau tidak, di antaranya, pertama tes skrining yang mana tes ini dapat dilakukan pada usia berapa pun dengan mulai untuk mengubah pola makan. Kedua, pemerikasaan ultrasonografi untuk menemukan adanya benjolan atau tidak dan biasanya pemeriksaan ini terbilang efektif bagi mereka yang berusia kurang dari 35 tahum sebab kelenjar payudaranya masih mudah dilihat. Ketiga pemerikaanan Mamogram yang mana pemerikasan ini efektif dilakukan pada perempuan berusia lebih dari 35 tahun, di mana periksaan ini menggunakan sinar rontgen untuk menemukan sel kanker.

Ia pun mengimbau agar perempuan jangan menunggu untuk berobat ketika sudah merasakan sakit, ada baiknya kanker di deteksi sejak dini, sebab deteksi awal sejak dini dapat mencegah penyakit kanker agar tidak berkembang semakin parah. Selain itu, diutamakan pemerikasaan secara medis daripada melakukan tindakan pengobatan alternative.

(fin/yud)