Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight headline

Bosan Tinggal di Bumi? Coba Daftar ke Asgardia

9 Agustus 2017   16:02 Diperbarui: 13 Agustus 2017   22:30 697 4 0
Bosan Tinggal di Bumi? Coba Daftar ke Asgardia
Asgardia.space

Jakarta - Ada dua lokasi hunian yang kini tengah ramai diperbincangkan oleh netizen. Pertama adalah Meikarta yang iklannya "jor-joran" di mana-mana. Kedua adalah Asgardian.

Mungkin Anda sudah familiar dengan Meikarta yang iklannya ada di mana-mana itu, tapi bagaimana dengan Asgardian? Pernah mendengar atau tahu di mana letak kota ini?

Asgardian adalah sebuah inisiasi atau bisa lebih tepat dikatakan sebagai obsesi manusia untuk bisa hidup dan tinggal di antariksa. Proyek ini didanai oleh ilmuwan Rusia Igor Ashurbeyli yang menganggap bahwa Asgardia bukan sekadar obsesi dan fantasi, namun negara di antariksa ini bisa dijadikan kenyataan.

Igor Ashurbeyli yang juga merupakan pendiri Aerospace International Research Center di Rusia menyatakan bahwa tim Asgardia akan membangun landasan di ruangkaas pada orbit rendah sekitar 100 hingga 600 kilometer dari permukaan Bumi. Stasiun inilah yang akan menghubungkan Bumi dengan Asgardia kelak.

Asgardia.space
Asgardia.space

Uniknya, hingga saat ini Indonesia tercatat masuk dalam 10 besar negara yang penduduknya paling banyak mendaftar menjadi warga Asgardia. Ada sekitar lebih dari 18 ribu penduduk Indonesia mendaftarkan diri untuk menghuni Asgardia.

Sebenarnya seperti apa konsep negara di antariksa ini?

Nama Asgardia sendiri berasal dari cerita Marvel, sebuah kota baru yang didirikan oleh Tony Stark setelah kelumpuhan Kota Asgard.

Asgardia diinisiasi oleh Igor dengan tujuan menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk menempati negara baru yang dijamin keamanan serta kedamaiannya.

"Kami ingin memberikan peluang yang setara bagi siapa saja yang punya pemikiran, yang bisa melakukan sesuatu, untuk melindungi diri mereka," ujar Igor dilansir dari CNN.

Adapun beberapa keuntungan serta kerugian yang diramalkan jika manusia kelak menempati Asgardia sebagai tempat tinggal. Keuntungannya adalah, sistem pemerintahan di Asgardia akan mengacu seperti di Bumi di mana akan dipimpin oleh seorang Presiden. Juga dapat memiliki pemerintahan daerah, lagu kebangsaan, dll.

Sedangkan kerugiannya, jika Asgardia memang kelak menjadi sebuah negara di luar planet Bumi, maka legalitasnya akan dipertanyakan. Termasuk penduduknya yang nantinya akan memiliki kewarganegaraan lain. Hal ini tentu akan merugikan bagi mereka penduduk negara yang tidak mengakui asas dwi kewarganegaraan seperti Indonesia.

Asgardia.space
Asgardia.space

Proyek Asgardia ini pertama kali dideklarasikan pada Oktober 2016 lalu. Hanya 40 jam setelah diumumkan ada lebih dari 100 ribu orang yang mendaftar dari seluruh belahan dunia. Syarat yang diberlakukan cukup mudah, hanya harus berusia di atas 18 tahun dan memiliki alamat email. Tidak peduli dari mana, gender, ras serta agamanya.

Indonesia pun menjadi salah satu yang paling banyak mendaftar. Mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Jayapura.

Penasaran dan ingin bergabung? Cobalah akses Asgardia.space dan mendaftarkan diri di sana.

(yud)