Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Prosesi Ciong Tuan Bediri Awali Puncak Semana Santa

14 April 2017   19:04 Diperbarui: 15 April 2017   11:12 0 5 1 Mohon Tunggu...
Prosesi Ciong Tuan Bediri Awali Puncak Semana Santa
Dokumentasi Kompasiana

Nusa Tenggara Timur - Puncak Semana Santa dimulai dengan Prosesi Ciong Tuan Bediri di Kapela Tuan Bediri sebelum puncak Semana Santa dilangsungkan malam harinya yang jatuh pada Jumat (14/4/2017). Semana Santa adalah devosi, atau dalam KBBI memiliki makna kebaktian yang tidak resmi sehingga ada perbedaan di tiap-tiap daerah akibat adanya percampuran budaya.

Situasi jelang kebaktian. Dokumentasi Kompasiana
Situasi jelang kebaktian. Dokumentasi Kompasiana
Prosesi Ciong Tuan Bediri yang berarti cium Tuhan berdiri dilangsungkan di Kapela (gereja kecil) Tuan Bediri Desa Wure, Pulau Adonara, Flores Timur. Awalnya umat katolik menyalakan lilin di depan pintu masuk kapel sebagai penghormatan pada Tuhan, lalu mereka mencium Patung Tuan Tido (Tuhan Tidur).

Prosesi Ciong Tuan Bediri. Dokumentasi Kompasiana.
Prosesi Ciong Tuan Bediri. Dokumentasi Kompasiana.
Patung Tuan Tido ditempatkan pada bagian tengah kapela untuk memudahkan umat menciumnya. Patung Tuan Tido diletakkan pada sebuah alat mirip keranda layaknya manusia yang telah wafat. Selanjutnya umat akan mencium Patung Tuan Bediri yang ada di depan.

Umat Katolik yang datang mengenakan baju berwarna hitam menandakan kesedihan umat manusia atas pengorbanan Yesus Kristus. Baik tua maupun muda berjalan menggunakan kedua lututnya untuk mencium kedua patung. Tak jarang air mata jatuh dari kedua mata umat saat memanjatkan doa kepada Tuhan.

Prosesi Ciong Tuan Tido. Dokumentasi Kompasiana.
Prosesi Ciong Tuan Tido. Dokumentasi Kompasiana.
Untuk sampai ke Desa Wure, kita harus menyusuri Selat Gonzalu dengan menggunakan kapal motor dari Pelabuhan Larantuka yang memakan waktu sekitar 10 menit dengan derasnya arus laut. Namun semua ini tidak akan terasa karena pengunjung akan disuguhi pemandangan indah dari hamparan buki-bukit yang setia menemani.

Setiap tahun acara Semana Santa mampu menyedot 10 hingga 20 ribu wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Menurut Deputi Kementrian Pariwisata Bidang Pemasaran Pariwisata Esti Reko Astuti, Ibadah Semana Santa selalu diadakan setiap tahun dan mampu menyedot animo warga dari dalam maupun luar negeri untuk ibadah maupun sekedar berwisata religi.

"Potensinya luar biasa baik adventure, bahari itu luar biasa. Baharinya tidak hanya kapal yang datang tetapi banyak spot diving yang cukup bagus, budaya salah satunya religius," katanya ketika ditemui di Pulau Adonara.

(LUK/yud)