Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Warga Mandailing Natal Harus Rela Jongkok untuk Urus Data Kependudukan

2 Maret 2017   18:16 Diperbarui: 3 Maret 2017   09:47 0 5 4 Mohon Tunggu...
Warga Mandailing Natal Harus Rela Jongkok untuk Urus Data Kependudukan
Dokumentasi Riko Barheng Pardede

Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, rela jongkok demi mengurus catatan kependudukan di Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mandailing Natal. Hal ini terlihat dari foto yang pertama kali diunggah oleh seorang netizen bernama Riko Barheng Pardade pada 28 Februari 2017 lalu melalui akun Facebook-nya.

Pada foto di akun Facebook milik Riko, terlihat pegawai bisa duduk di kursi melayani warga yang harus jongkok. Selain itu, kantor tersebut terlihat kotor dan kurang terawat. Menurut penuturannya, bangunan kantor itu memang sudah lama.

“Sebenarnya kita jarang ke sana tapi sudah lama bangunan itu yang pasti, gak tau sekarang kondisinya kaya gitu karena kemarin mau ada keperluan sama kawan,” kata Riko ketika dihubungi tim Kompasiana melalui sambungan telepon.

Dokumentasi Riko Barheng Pardede
Dokumentasi Riko Barheng Pardede
Selain gedung yang kurang bagus, Riko mengatakan bahwa alat perekam iris mata di sana hanya terdapat satu buah. Seorang netizen dengan akun bernama Fonaaro Harafa juga mengomentari foto yang diunggah Riko dan mengatakan bahwa pelayanan di Kantor Catatan Sipil Madina memang buruk.

“Memang kurang baik pelayanan catatan sipil madina itu lae, apalagi bagian yang merekap data itu tidak ada santunnya kepada yang lebih tua dibuatnya, perlu pemerintah memperhatikan hal-hal seperti ini supaya jangan seenaknya saja berbicara, karena sudah saya lihat sendiri itu, andaikan saja dulu punya kamera pasti saya videokan,” kata netizen bernama Fonaaro Harefa di kolom komentar.

Awalnya Riko bersama seorang rekannya ingin membuat e-KTP di kantor kecamatan yang berada di daerah Tapanuli bagian selatan, tepatnya di daerah Kabupaten Mandailing Natal ini. Namun ia terkejut dengan kondisi bangunan tersebut. Atas keprihatinan itu dan kejenuhan menunggu proses pelayanan, ia lantas memotret kondisi di sana lalu mengunggahnya ke media sosial Facebook.

Foto: Riko Barheng Pardede
Foto: Riko Barheng Pardede
“Kemarin kawan-kawan ada yang mau urus perlengkapan berhubungan KTP dan pengurusan surat menyurat segala macam. Ada juga yang mengeluh (warga lain), tapi kita di sini kurang perhatian dari pusat. Kantor catatan sipil lokasinya di daerah Tapanuli Selatan tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal,” lanjutnya.

Lewat penuturan Riko terdapat gedung yang kurang terawat di dekat bangunan kantor catatan sipil Kabupaten Mandailing Natal, padahal lokasi keduanya dekat dengan jalan utama. Sedangkan jarak dari rumah Riko menuju kantor tersebut kira-kira 8 km dengan kondisi jalan cukup bagus.

Bukan hanya warga yang mengeluh dengan kondisi ini, seorang pegawai di kantor catatan sipil Mandailing Natal juga berkeluh kesah kepada Riko soal keterlambatan pengadaan blangko e-KTP sejak bulan Agustus 2016. Keterlambatan ini mengakibatkan banyak warga belum mendapatkan KTP elektronik.

“Janji orang itu baru ada bulan 3 baru ada itu blangko tapi belum ditentukan tanggalnya. Tapi tiap hari hampir banyak yang mengurus. Namanya juga se-kabupaten banyak kepentingan,” tambahnya.

Riko berharap sistuasi ini segera berakhir karena banyak orang tua dan wanita hamil yang datang mengurus keperluan ke kantor dinas catatan sipil Mandailing Natal.

“Bukan menjelekkan ya pak, cuman siapa yang mau memburukan daerah sendiri. Seperti apapun juga sangat tidak manusiawi,” tutup Riko.

---

(LUK/yud)