Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu...

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Kronologi Pesawat Asing Dipaksa Turun TNI AU di Batam dalam 20 Menit

15 Januari 2019   06:16 Diperbarui: 15 Januari 2019   06:46 902 2 1 Mohon Tunggu...
Kronologi Pesawat Asing Dipaksa Turun TNI AU di Batam dalam 20 Menit
Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Riau, memaksa (force down) pesawat asing Ethiopian Airlines mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/1/2019).

Danskadron 16 Lanud Rsn Pekanbaru Letkol Pnb Bambang Apriyanto mengatakan, pesawat asing tersebut dipaksa turun karena melintas di wilayah udara NKRI tanpa izin.

"Pesawat yang kami force down ini jenis Boeing B777 yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor registrasi ET-AVN," ungkap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Menurut dia, pesawat asing tersebut melintas di wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).

Baca juga: Pesawat Ethiopia Dipaksa Mendarat oleh Jet Tempur TNI AU, Ini Alasannya

Bambang mengatakan, proses force down pesawat asing itu memakan waktu lebih kurang 20 menit karena ada sedikit kendala ruang udara Indonesia yang dikendalikan Singapura.

"Kendalanya karena posisi pesawat Ethiopia saat itu berada di ruang udara Batam yang masih dikendalikan Singapura. Tapi semuanya berjalan lancar," ucap Bambang.

"Juga tidak ada perlawanan. Mereka mematuhi instruksi dari pilot F-16," tambah Bambang.

Dia menjelaskan, pesawat Ethiopian Airlines berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia, dengan tujuan Hong Kong.

Namun, pesawat tersebut memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio. 

Baca juga: Dua Jet Tempur TNI AU Paksa Pesawat Ethiopian Airline Mendarat di Batam

Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Rsn Pekanbaru terbang untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan.

"Dua pilot kami, Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Nehemia Anang, yang melakukan force down," ujar Bambang.

Kedua pilot pesawat tempur tersebut melakukan kontak visual dengan  B777 ET-AVN dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat serta memaksa pilot pesawat Ethiopian Airlines untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim Batam.

Setelah berhasil melakukan force down pesawat Ethiopian Air, kedua pesawat tempur kembali ke Lanud Rsn Pekanbaru.

"Saat ini masih dalam perjalanan," kata Bambang.

Dia menambahkan, setelah dilaksanakan proses penyidikan oleh PPNS yg bekerja sama dengan pihak TNI AU di Lanud RHF (Raja Haji Fisabilillah), baru nanti akan dilaksanakan penindakan sesuai undang-undang dan bisa berupa denda.

"Setelah semuanya selesai dan mengurus perizinan baru diperbolehkan melanjutkan perjalanan," tutur Bambang.

VIDEO PILIHAN