Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu... Administrasi - Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

18 November 2018   07:12 Diperbarui: 18 November 2018   18:04 545
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mataram, Kompas.Com Nuril masih memburu keadilan, dukungan dari berbagai kalangan cukup melegakannya. Kompas.com

MATARAM, KOMPAS.com- Dalam hitungan sekitar 5 jam, pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram (Kajari Mataram) I Ketut Sumadana, berubah.

Awalnya, pada Kompas.com, Jumat (16/11/2018) di ruang kerjanya, Sumadana mengatakan, setelah kasus Baiq Nuril Maknun viral di media sosial, dirinya menunda untuk melakukan pemanggilan.

Namun, tak berselang lama, kurir atau staf pengantar surat Kejari Mataram tiba di kediaman Nuril mengantar surat panggilan.

Nuril menerima kertas berwarna merah muda dan menandatanganinya, sebegai bukti dia telah menerima surat panggilan yang sebelumnya tertunda itu.

"Karena kasus ini viral, kami menunda pemanggilan, Sedianya hadir hari ini (Jumat-red), tetapi saya tunda. Mudah mudahan, hari Rabu yang bersangkutan bisa hadir, tetap kami panggil karena protapnya begitu. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kami juga menunda, tetapi harus kami konsultasikan dengan pimpinan terlebih dahulu (Kejaksaan Tinggi NTB dan Kejaksaan Agung) " kata Sumadana.

Dalam surat itu, tertulis bahwa pemanggilan kejaksaan berdasarkan surat keputusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 26 September 2018 atau terhitung 14 bulan setelah Nuril dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram, 26 Juli 2017 silam.

Dalam selembar surat pemanggilan itu, Nuril diminta datang menghadap jaksa penuntut umum pada hari Rabu 21 November 2018, pukul 09.00 Wita, surat itu ditandatangani oleh Kasipidum Kejari Mataram, Agung S Faizal.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Kasus Baiq Nuril Cederai Rasa Keadilan

Panggilan untuk Nuril, yang diputus Mahkamah Agung bersalah lantaran merekam percakapan asusila atasannya (Muslim) yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA 7 Mataram 2014 silam, rencannya akan dipenuhi Nuril dan tim kuasa hukumnya.

Kejaksaan hanya menunda 5 hari pemanggilan untuk Nuril. Suratnya dikirim hanya beberapa jam setelah pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram akan menunda pemanggilan Nuril.

Bagi Nuril, dirinya tak ingin penundaan sementara, yang diinginkannya adalah kebebasan murni. Tangannya bergetar saat menandatangani tanda terima surat pemanggilan atas dirinya itu. Wajahnya tetap menyimpan kesedihan yang dalam tapi Nuril sudah tak ingin menangis lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun