Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kronologi Kericuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung

16 April 2018   05:43 Diperbarui: 16 April 2018   23:45 1503 0 0
Kronologi Kericuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung
Situasi saat laga Arema FC kontra Persib Bandung ricuh dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Laga Arema FC kontra Persib Bandung berakhir ricuh, Minggu (15/4/2018) malam.

Suporter Aremania turun dari tribun dan memenuhi lapangan sesaaat sebelum berakhirnya pertandingan.

 Mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain. Ratusan korban berjatuhan dan dievakuasi menuju ke rumah sakit. Kebanyakan korban adalah suporter wanita.

 Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan, kericuhan dipicu oleh kekecewaan suporter kepada wasit Handri Kristanto selaku pemimpin jalannya pertandingan.

 "Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi karena keputusan wasit," katanya.

Baca juga : Laga Arema FC Vs Persib Bandung Rusuh, Korban Luka Berjatuhan

 Dikatakannya, para Aremania mulai merasa kecewa saat gol kedua Persib Bandung tercipta pada menit ke-77. Ketika itu, pemain tengah Arema FC, Ahmet Atayev dijatuhkan lawan di tengah lapangan. Namun, wasit tidak menghentikan pertandingan dan akhirnya Ezechiel Ndouasel mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Arema FC dengan mencetak gol keduanya untuk Persib Bandung.

 "Yang pertama saat pelanggaran Atayev (Ahmet Atayev). Kemudian akhirnya tidak diberikan keputusan oleh wasit. Itu sudah tanda-tanda bahwa penonton sudah melakukan gerakan," jelas Sudarmaji.

 Pada menit ke-86, Arema FC mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Balsa Bozovic. Saat itu, kedudukan imbang 2-2 karena di babak pertama kedudukan imbang 1-1.

 Tidak lama setelah itu, pada ke-88 Dedik Setiawan diganjar kartu merah karena menyikut pemain belakang Persib Bandung, Ardi Idrus. Kondisi itu disebutnya menambah kekecewaan suporter terhadap wasit asal Jawa Tengah itu.

 "Kemudian ada keputusan yang tidak kita tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Itu penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit. Terus kemudian setelah itu terjadi (tendangan) corner dan penonton sudah mulai turun. Itu di versi kita," terangnya.

 Kericuhan suporter berawal dari tribun ekonomi bagian timur. Mereka mengamuk berlarian masuk ke tengah lapangan. Kemudian, suporter yang duduk di tribun bagian selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

 Sudarmaji mengatakan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

 "Malam ini kita juga akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Karena sesuai regulasi kita diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif karena sudah ada formnya. Terutama yang berkaitan tentang keputusan-keputusan wasit," jelasnya.

Baca juga : Bentrok dengan Warga di Solo, 1 Suporter Bonek Tewas, 1 Dirawat

 Akibat kericuhan itu, pertandingan terpaksa dihentikan tanpa pluit panjang wasit. Kedudukan tetap imbang, 2-2. Gol untuk Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso Dos Santos di menit ke-18 dan Balsa Bozovic di menit ke-86.

 Sementara gol untuk Persib Bandung dicetak oleh Ezechiel Ndouasel pada menit ke-19 dan ke-77.