Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Saat Uu Bertanya soal Ekonomi Kreatif dan Internet kepada Paslon Hasanah

12 Maret 2018   23:01 Diperbarui: 12 Maret 2018   23:06 423 1 1
Saat Uu Bertanya soal Ekonomi Kreatif dan Internet kepada Paslon Hasanah
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Anton Charliyan (kanan) menyampaikan pertanyaan disaksikan Calon Gubernur Jawa Barat TB Hasanudin (kedua kanan), Ridwan Kamil (kiri) dan Uu Ruzhanul Ulum (kedua kiri) saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/3). Debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pertama tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM dan infrastruktur.

Dalam segmen ketiga Debat Publik Perdana Pilkada Jawa Barat 2018 di Gedung Sabuga Bandung, Senin (12/3/2018) malam, para kandidat Pilkada Jabar 2018 terlibat adu gagasan dalam konsep tanya jawab antarpasangan.

 Pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, mendapat kesempatan bertanya lebih dulu. Pertanyaan ditujukan untuk paslon nomor urut 2, Tubagus Hasanudin dan Anton Charliyan (Hasanah).

 Setelah sempat tak bersuara di dua segmen, Uu pun beranjak dari kursinya dan melontarkan pertanyaan kepada pasangan Hasanah.

 "Jika menang di Pilgub, sekarang kan musim digital dan ekonomi kreatif, konsep apa yang Anda akan diberikan?" kata Uu.

(Baca juga: Tak Kunjung Bicara di 2 Segmen Debat, Uu Ruzhanul Dihampiri Artis Farhan Saat Jeda)

 Calon wakil gubernur, Anton Charliyan menjawab, dalam memandang situasi industri saat ini, mereka memiliki konsep Edun yang merupakan singkatan dari ekonomi dunia network.

 "Ada satu terobosan baru bahwa saat ini banyak isu distraction business, yaitu bisnis dengan menggunakan media sosial atau internet makanya kami punya terobosan Edun. Bayangkan Grab, dia asalnya tidak punya apa-apa tapi jadi perusahaan travel (transportasi berbasis online) terbesar," tutur Anton.

 Menanggapi hal itu, Uu menilai, persoalan ekonomi digital tak akan berjalan jika tak ditunjang infrastruktur serta pemerataan jaringan internet ke desa. Sebab itu, dia pun memiliki gagasan internet masuk desa agar warga di perkampungan tetap punya daya saing dalam bisnis ekonomi digital.

 "Kami dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan digital yang pertama adalah masuknya internet dan informasi kepada seluruh desa di Jawa Barat. Dengan adanya internet masuk desa, masyarakat di desa akan melek tentang teknologi ekonomi kreatif dan internet," ujar Uu.

 "Ini sangat penting karena hari ini adalah dunia internet, hari ini dunia yang serba digital. Tasik program kami Gerbang Desa poin 4 adalah masuknya informasi komunikasi masuk desa," tambahnya.

(Baca juga: Debat Publik, Hasanah Banggakan Program DP Rumah 1 Persen hingga Molotot.com)

 Namun, pernyataan Uu dibantah oleh calon Tubagus Hasanudin. Dia mengatakan, sepengetahuannya selama menjadi anggota komisi 1 DPR RI, program internet masuk desa kerap tak terealisasi. Menurut dia, perlu regulasi untuk menyebarkan jaringan ke pelosok desa sebelum menyediakan perangkat.

 "Saya di Komisi I mengurus internet masuk desa dan gagal. Tidak semua wilayah ada sinyalnya harus ada konsep yang lebih bagus. Untuk yang bapak sampaikan itu saya sependapat, tapi tentu harus ada alur teknologi yang khusus," ungkapnya.