Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Jokowi Tetap ke Afghanistan Meski Ada Serangan Bom

29 Januari 2018   07:31 Diperbarui: 29 Januari 2018   08:51 615 0 0
Jokowi Tetap ke Afghanistan Meski Ada Serangan Bom
Presiden Joko Widodo menyempatkan diri naik ke kokpit pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama industri kedirgantaraan Pakistan dengan Tiongkok di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan, Sabtu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangladesh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo akan tetap melanjutkan lawatannya ke Afganistan pada hari ini, Senin (29/1/2018). Kunjungan tetap dilakukan meskipun baru saja terjadi serangan bom di negeri itu yang sedikitnya telah menewaskan 103 orang.

Kepastian mengenai kunjungan Jokowi ke Afganistan ini disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung lewat akun twitternya @pramonoanung.

"Presiden @jokowi hari ini ke Cox ‘s Bazar, tempat pengungsi Rohingnya dan besok tetap akan ke Afganistan, walau banyak yg menyarankan utk menunda kunjungannya krn adanya ledakan bom di Kabul," tulis Pramono.

Baca juga : Jumlah Korban Tewas Bom Ambulans di Afghanistan Jadi 103 Orang

"Presiden ngga ada takutnya," tambah Pramono yang turut serta dalam kunjungan kerja Jokowi ke sejumlah negara di Asean.

Pihak berwenang Afghanistan menyatakan jumlah korban tewas akibat bom bunuh diri pada Sabtu (27/1/2018), di Kabul bertambah menjadi 103 orang.

Pelaku penyerangan mengemudikan mobil ambulans yang berisi bahan peledak. Dia mampu melewati tempat pemeriksaan keamanan dengan dalih sedang memindahkan pasien ke rumah sakit. 

Baca juga : Presiden ke Afghanistan, Akankah Taliban Buka Perwakilan di Indonesia?

Ledakan tersebut merusak dan menghancurkan puluhan toko serta kendaraan.

 Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Wais Ahmad Barmak, menyebutkan ada 235 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Dia mengatakan polisi termasuk di antara korban tewas dan cedera.

"Sangat disayangkan, beberapa orang terluka telah meninggal dunia di ruumah sakit," katanya.