Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Burung Engkong Felix Tidak Bisa Berdiri

14 September 2022   06:08 Diperbarui: 14 September 2022   06:34 239 28 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto: travel.detik.com

Jadi begini sodara-sodara. Janganlah engkau takut dengan masalah perselangkangan. Sebabnya dari sisi biologis, itu memang bagian tubuh kamu. Dari sisi fisiologis, itu penting untuk menjaga kesehatan.

Jadi bukan salah acek jika keseringan mengangkat tema Kamasutra di Kompasiana. Siapa bilang jika seks itu nista, yang somplak itu yang memasukkan selangkangan ke otak. Sudah pasti, organ tersebut berada di samping bokong.

Tapi, harus diakui kaum otak selangkangan memang banyak di luar sana. Oleh sebabnya, pemilihan diksi dalam sebuah tulisan itu penting agar tidak tendensius. Seperti pada tulisan Engkong Felix pada pagi kemarin.

Baca juga: Burung Romo Bob Dilarang Berdiri

Acek yang sedang meramu ramuan anti kekerasan pada pagi ini, terpaksa harus kembali menggarap obat penegak. Kasihan romo bob, burungnya dilarang berdiri.

Tapi, tunggu dulu. Engkong sudah memberikan klarifikasi bahwa burungnya tanpa tanda petik. Baca [bu.rung]. Artinya burung sungguhan. Atas dasar itulah pembaca playboy, nick carter, hingga enny arrow dilarang membaca tulisan ini.

Ini jelas adalah teori yang salah. Sebagian pembaca Kompasiana juga adalah pembaca nick carter. Tanpa atau dengan tanda petik, burung tetap adalah burung.

Burung Romo Bob Tidak Bisa Berdiri. Sekarang perhatikan baik-baik kalimat yang digaris bawahi. Tidak ada tanda petik. Implikasinya apa? Burung kan? Sisa ukurannya saja mau berapa besar.

Tunggu dulu, Engkong protes. Ada perubahan diksi di sana. Sabar dulu Engkong, Acek punya alasannya. 

Perubahan kata dari "dilarang" dan "tidak bisa" bisa dibahas dari sisi ala kenthirsme atau/dan Kamasutralogi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan