Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Amien Rais Itu Cerdas, Ini Tafsir Mengapa Dia Ngotot Buat Partai Baru

12 September 2020   18:50 Diperbarui: 12 September 2020   18:42 10743 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Amien Rais Itu Cerdas, Ini Tafsir Mengapa Dia Ngotot Buat Partai Baru
ilustrasi:blue.kumparan.com

Sebagai seorang yang berpikiran visioner belajar tentang seluk beluk dunia perpolitikan tanah air. Saya melihat pada kenyataannya sebuah partai politik meskipun terkadang jalannya seperti punya seorang keluarga besar, partai politik sebenarnya adalah milik publik.

Tetapi di Indonesia memang apa-apa dibuat seakan seperti milik pribadi. Punya Bapak atau Ibu itu harus juga menjadi punya anak, yang pada akhirnya cerita rebutan harta warisan selalu menjadi jalan cerita sinetron di Indonesia yang tidak ada habisnya di konsumsi lintas generasi.

Maka melihat konflik PAN dan Amien Rais seperti mengikuti kisah sinetron yang saling berebut kekuasaan partai. Memang Amien Rais tidak secara terang-terangan melancarkan kudeta dan penjagalan kepada siapa sekarang yang berkuasa di PAN termasuk besannya Zulkifly Hasan.

Namun bukankah harta dari partai politik itu sendiri adalah simpatisan? Malalui surat keputusan partai politik dengan gampang dibuat, asalkan sudah punya sumber daya manusia yang ada disahkan oleh kemmentrian Hukum dan HAM.

Herannya meskipun membuat partai adalah kesepakatan bersama banyak orang, tetapi setelah partai itu besar selalu yang diproyeksikan penerima warisan kekuasaan partai adalah kerabat "anak" ketua umum atau tokoh pendiri partai.

Apakah ketua umum yang diasosiasikan sebagai pendiri partai PAN yang identic dengan Amien Rais adalah penyumbang dana terbesar (pemegang saham) partai PAN dulu dan tokoh sentral PAN yang sedikit banyaknya masih mempunyai hak kekuasan? Kabar berhembus untuk menjadi ketua umum PAN sendiri atas restu Amien Rais?

Memang pusaran konflik PAN nyatanya masih saja terus berkutat pada kekuasaan. Narasi PAN Zulkifly Hasan keblinger, selalu menjadi pedoman Amien Rais merecoki kekuasaan PAN. Mungkinkah Amien Rais selalu ingin di dengarkan dan menjadi penggerak PAN. Sampai kapapun Amien Rais menginginkan orang-orang yang ada di PAN harus menjadi boneka Amien Rais?  

Mungkin ini adalah alasan berlomba-lomba partai politik diwariskan kepada anak-anak mereka yang sedikit banyak berperannya di partai dulu menjadi ketua umum serta tokoh pendiri.

"Alasan kekuasaan, jika memang itu masih dimiliki oleh trah yang bersangkutan pasti kekuasaan masih dapat ia kendalikan melalui peran yang ada di keluarganya didalam partai tersebut".

Pada kenyataannya begitu, partai Demokrat punya Susilo Bambang Yudhoyono kekuasaan sudah menjadi milik anaknya kini Agus Harimukti Yudhoyono. Bukankah seperti itu tanpa konflik karena sedikitnya SBY juga masih dapat mengontrol kekuasaan partai?

Mungkinkah ini alasan Amien Rais terus merongrong PAN dimana ia sendiri saat ini telah kehilangan kekuasaan atas partai PAN karena sudah disingkirkan oleh besannya sendiri Zulkifly Hasan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x