Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Liberal Javanese People

Esais, Peminat Sosio-Humaniora, bermukim di Cilacap.

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Digitalisasi, Mendesak Satu Desa Satu Tower Telekomunikasi

17 Juli 2020   21:19 Diperbarui: 18 Juli 2020   04:03 137 15 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Digitalisasi, Mendesak Satu Desa Satu Tower Telekomunikasi
Tower Telekomunikasi Baru di Ds. Karangrena, Kec. Maos, Kab. Cilacap| Dokumentasi pribadi

" Terus terang saya terbantu, bukan hanya saya, tetapi segenap masyarakat desa jika satu "desa" ada satu tower telekomunikasi untuk jaringan seluler".

Setelah menunggu sekian lama akhirnya apa yang menjadi harapan saya dan warga desa Karangrena, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap itu terjawab sudah, nantinya mudah dalam mendapatkan sinyal telekomunikasi.

Ini pertama dalam sejarah desa saya "Karangrena", di mana setelah sekian lama baru kali ini dibangun tower telekomunikasi jaringan seluler. Karena selama ini tower seluler pembangunannya difokuskan satu kecamatan satu, akhirnya meskipun di Kecamatan Maos sudah ada, namun ada penambahan lagi untuk desa saya mengingat kebutuhan akan komunikasi seluler meningkat bukan hanya di kota tapi juga di desa.

Saya sebagai seorang blogger tentu sangat mensyukuri adanya pembangunan tower telekomunikasi ini. Meskipun hari ini (17/7-2020) belum on air sinyal telekomunikasi dari tower tersebut. Tetapi harapan sinyal telekomunikasi cerah di desa saya sudah pasti terjawab nanti setelah pembangunan selesai.

Untuk dapat on air ditaksir sekitar 1-3 bulan lagi tergantung perizinan naiknya antena BTS, itu perhitungan saya yang sebelumnya juga pernah bekerja dibidang yang sama sebagai Engineer BTS Tower Telekomunikasi.

Untuk pengetahuan BTS singkatan dari Base Transceiver Station adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator telekomunikasi.

Cerita susah sinyal

"Jika internetan di tempat yang longgar seperti sawah dan kebun, itu memang tidak masalah, setidaknya tempat yang longgar membuat sirkulasi sinyal tanpa hambatan dan dapat lancar internetan meskipun tower telekomunikasi satu di kecamatan". 

Selama ini itulah solusi yang saya lakukan setelah sadar jika di dalam rumah susah sinyal. Bahkan untuk WA saja yang kebutuhannya sangat sedikit beban datanya tidak sampai 10 kb adakalanya susah, dilihat-lihat lima menitan masih bergambar jam atau centang satu menjadi hal biasa.

Maka dari itu saya selama ini untuk internetan sendiri pasti melipir ke kebun yang sinyalnya mending untuk internetan, lokasinya di belakang rumah saya. Hampir seluruh artikel yang saya produksi di Kompasiana ketika tetap dirumah, berawal dari kebun belakang rumah untuk dapat upload konten berbagai artikel saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN