Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Content Writer

Peminat Sosio-Humaniora

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mancing dan Persepsi Orang Malas

17 Februari 2020   11:55 Diperbarui: 13 April 2020   08:33 84 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mancing dan Persepsi Orang Malas
Sumber gambar: dokpri

Seyogyanya orang hidup memang harus mencari sebuah kegiatan. Sebab yang dinamakan kegiatan tersebut, bukan hanya untuk mengisi kekosongan hari, tetapi juga mengisi kekosongan aktivitas yang seharusnya manusia hidup di dunia untuk berakivitas.

Akhir pekan sore ini, bagi Andri yang lajang tidak ada kegiatan dirumah. Ia bukan hanya bingung ketika sudah jengah terhadap ide apa yang akan ditulisnya untuk buku terbarunya. Karena tidak ada waktu selain akhir pekan untuk fokus kepada karya tulisnya. Namun ketika menulis sudah dirasa cukup dengan bertambahnya halaman-halaman itu, ia mau apa lagi, bukankah mencari kegiatan lain untuk menyegarkan pikirannya kembali?

"Membaca tulisan dalam buku yang lain pun rasanya enggan, apalagi dirinya terus dirprovok mencari ide tulisan. Rasanya ia mending lari dari ruang kerjanya dirumah sekedar menyegarkan kembali pikirannya yang mendidih akibat terus diakses jalan pikiran untuk karyanya tersebut".

Walapuan dalam menyegarkan pikirannya itu, pada akhirnya ditantang juga oleh suasana untuk ber-ide kembali ketika sudah lepas dari suasana satu kepada suasana lainnya. Karena dalam mengumpulkan ide-ide, ada berbagai cara menyegarkan suasana, sembari mencari ide-ide baru dalam tulisan-tulisan karya Andri.

Yang ingin dilakukan Andri yakni mengisi waktu santainya setelah beberapa halaman dirampungkan tulisanya untuk memancing sembari mencari inspirasi baru. Meskipun ketika akan memancing terus digoda oleh ibunya sendiri bahwa; kegiatan memancing merupakan kegiatan bagi orang malas, benarkah memancing itu kegiatannya orang malas?

Mungkin akan mendekati kebenaran jika kegiatan memancing itu untuk orang-orang yang tidak punya kegiatan seperti Andri, tetapi stigma orang malas yang bergiat sendiri, apakah benar adanya ketika ia memang tidak punya kegiatan lain selain memancing? Dan memancing tersebut dijadikan kegiatan pokok kegiatan mereka?

Ini bukan saja menjadi pertanyaan penting, namun butuh juga untuk diluruskan sebagaimana Andri sendri memancing untuk kegiatan mencari suasana baru, agar dirinya bisa tenang dengan suasana berbeda tidak dirumah terus berteman dengan laptop, buku, dan meja kerjanya sendiri.

Mungkin berbeda dengan orang-orang yang kegiatannya memancing terus,  sebagai hobinya tersebut memancing, yang meninggalkan kegiatan-kegiatan selain memancing, hanya memancing saja, kasusnya jika begini, dikatakan benar orang malas pun sah-sah saja.

Namun pendapat ibunya yang menganggap manusia malas kegiatannya memancing sungguh itu tidak pernah benar jika diratakan kepada semua orang. Ada berbagai cara manusia lari dari kesuntukan hidupnya yakni salah satunya dengan memancing. 

Kini memancing juga bukan hanya kesenangan bagi orang-orang yang dapat memanfaatkan kondisi, karena memancing bisa juga dijadikan profesi dan membuahkan ekonomi untuk pelaku orang yang memnacing, jika mereka dapat banyak ikan lalu dijual kepada orang yang meminatinya.

Kemarin juga ada pemancing lain mendapatkan dua puluh lima ribu rupiah hasil jual ikan hasil pancingannya. Ikan tersebut yakni ikan gabus, dimana ikan gabus tersebut dapat juga menjadi obat untuk luka-luka, baik setelah oprasi ataupun luka-luka lain mempercepat penyembuhan luka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x