Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Liberal Javanese People

Bagi saya, hal yang paling mengecewakan sempitnya pengetahuan, "Intuisionisme". Tertarik dengan : Filsafat Romantisisme, Sosial-Budaya, Sastra dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Puasa Menurunkan Produktivitas Menulis?

11 Mei 2019   14:34 Diperbarui: 11 Mei 2019   16:15 0 5 4 Mohon Tunggu...
Puasa Menurunkan Produktivitas Menulis?
Sumber gambar pixabay.com

Seperti inspirasi yang bolong separo, rasanya jika perut kosong enggan sekali untuk berpikir apa lagi menulisnya. Jemari pun rasanya tidak bergairah saja, inginnya terus tidur dibawah dinginnya Air Conditioner, adem!

Menjadi pertanyaan apakah puasa menurunkan produktifitas berpikir untuk ditulis? Tetapi jika ia, mereka kok tetap produktif menulis? Apakah ada korelasinya tentang perbedaan produktifitas menulis saat puasa?

Ini bukan saja wajib dicari tahu, tetapi wajib juga dirasa untuk ditulis, karena dipikir lalu ditulis sedang puasa apalagi menjelang sore ini sangat membuat genting, jelas berat!

Memang mengantuknya mata ini ketika siang menjelang sore tiba sangat dirasakan orang puasa. Belum lagi dengan aktivitas tidur di bulan ramadan yang tidak normal seperti hari-hari biasa. Saya menduga keadaan ini menjadi dasar enggannya berpikir untuk ditulis.

Saya pikir, puasa punya andil dalam menurunkan produktifitas kita dalam menulis, apa lagi di waktu menjelang sore hari tiba. Badan lemas, perut kroncongan, dan daya pikir yang lemah karena lapar dan sebagainya. Jelas, membuat kita enggan untuk menulis, mending tidur, apa lagi saat hari libur kerja.

Tetapi bagi yang ingin menjalankan menulis secara produktif di bulan puasa, siasat mecari cara bagaimana, sangat menentukan hasilnya. Sebab, menurut saya, sulit jika harus menulis dengan kebutuhan berpikir tinggi, energi sedang berkurang karena puasa.

Beberapa cara supaya bulan puasa kita masih tetap dapat menulis secara produktif menurut analisa saya;