Mohon tunggu...
KOMENTAR
Kesehatan

Jawablah Pertanyaan Tenaga Kefarmasian dengan Baik dan Benar (2)

30 September 2019   18:51 Diperbarui: 30 September 2019   19:14 229 0

Pasien A datang membawa resep tertulis Xanax 1mg sebanyak 10 tab dengan pemakaian 1 kali sehari 1 tablet malam hari. Untuk mengonfirmasi bahwa obat yang diresepkan memang tepat pasien dan tepat indikasi, maka perlu menanyakan:

Apoteker(Apt): Obat ini untuk siapa ya, Pak?

PasienA (PA): Untuk saya.

Apt: Sakit apa, Pak? Kenapa diresepkan obat ini?

PA: Insomnia.

Apt: Sering insomnia, Pak?

PA: Gak. Baru kali ini, beberapa hari ini susah tidur.

Apt: Owh gitu, Pak, tetapi merk Xanax tidak tersedia di apotek. Ada yang isinya sama, bapak mau gak?

PA: Iya, gapapa, yang penting isinya sama, fungsinya sama.

Apt: (setelah mencatat data pasien, memeriksa stok dan harga obat di komputer, serta pasien menyetujui harga tersebut) Baik, Pak. Bapak tunggu sebentar ya, disiapkan dulu obatnya.

 

Setelah obat disiapkan, obat diberikan pada pasien dengan pemberian informasi obat. Adapun Three Prime Questions yang perlu ditanyakan terlebih dahulu untuk menilai pemahaman pasien tentang penggunaan obat (ini juga untuk menghindari ketumpangtindihan informasi obat yang diberikan dokter dan apoteker):

a. Apa yang disampaikan dokter tentang Obat Anda? 

b. Apa yang dijelaskan oleh dokter tentang cara pemakaian Obat Anda?

c. Apa yang dijelaskan oleh dokter tentang hasil yang diharapkan setelah Anda menerima terapi Obat?


Saat apoteker menanyakan tiga pertanyaan ini, Pasien A mengakui belum mendapat penjelasan dari dokter. Jadi, apoteker menjelaskan sesuai dengan pemakaian yang tertera pada resep.


Apt: Pak, ini obatnya Alprazolam 1mg untuk insomnia, diminum sekali sehari 1 tablet pada malam hari.

PA: Owh, ini minumnya sekali sehari 1 tablet saja ya? Biasanya, Xanax diminum dua kali sehari, 1 tablet pagi hari, dan 1 tablet malam hari.

Apt: (Dalam hati berpikir, kan tadi bilangnya baru kali ini insomnia perlu minum obat, kenapa sudah biasa minum Xanax sih?) Sesuai petunjuk pada resep, Pak, dokter menuliskan 1 kali sehari 1 tablet malam hari.

PA: Ya udah,gapapa. Terima kasih.

Apt: Terimakasih, Pak. Semoga sehat selalu.


Adanya informasi yang ditutup-tutupi dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan (seperti: kesalahan pengobatan (medication error), dan lain-lain). Setiap informasi yang apoteker peroleh adalah sangat penting dalam pelayanan kefarmasian. Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan saat menerima resep adalah bagian dari pengkajian resep untuk memastikan obat yang diresepkan sesuai secara klinis, yaitu memastikan ketepatan indikasi dan dosis obat, aturan, cara, dan lama penggunaan obat, ada atau tidaknya duplikasi dan/atau polifarmasi, reaksi obat yang tidak diinginkan (alergi, efek samping obat, manifestasi klinis lain), kontra indikasi, dan interaksi obat.


Bagaimana pula dengan obat yang diresepkan untuk pasien insomnia tersebut? Perlu diketahui bahwa, tidak semua pasien diresepkan obat golongan tersebut agar pasien dapat tidur nyenyak. Ada pula pasien yang diresepkan "Tiga (3) kali sehari Satu (1) tablet", apakah pasien itu diresepkan demikian agar tidur sepanjang hari? Bangun tidur, minum obat agar tidur, setelah bangun tidur lagi, minum obat agar tidur lagi, sesudah tidur, bangun untuk minum obat supaya tidur lagi? Sesungguhnya, tidak demikian, obat tersebut adalah bersifat menenangkan pikiran, tetapi memberikan efek kantuk.

Selain itu, ketika anda mendapatkan obat, ayo tanya Lima O:

1.Obat ini apa nama dan kandungannya?

2.Obat ini apa khasiatnya?

3.Obat ini berapa dosisnya?

4.Obat ini bagaimana cara menggunakannya?

5. Obat ini apa efek sampingnya?

KEMBALI KE ARTIKEL