Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Menerka Wujud Lini Depan Barca Tanpa Suarez

31 Januari 2020   19:17 Diperbarui: 31 Januari 2020   19:18 57 3

Bicara soal lini depan Barcelona musim ini, kebanyakan orang, terutama Barcelonista akan langsung menyebut nama Lionel Messi, Luis Suarez, dan Antoine Griezmann. Ya, ketiganya memang diplot sebagai trisula lini depan Blaugrana musim ini.

Tapi, komposisi trisula lini depan Barca dipastikan akan berubah di sisa musim ini. Maklum, Luis Suarez dipastikan absen sampai akhir musim ini. Seperti diketahui, El Pistolero baru saja menjalani operasi, menyusul cedera lutut yang dideritanya.

Absennya Suarez sebetulnya sudah coba diantisipasi manajemen Barca, dengan mendekati beberapa sosok penyerang di bursa transfer musim dingin. Tak heran, nama-nama seperti Pierre Emerick Aubameyang (Arsenal), Richarlison (Everton), Rodrigo (Valencia), sampai Wissam Ben Yedder (AS Monaco) bergantian muncul sebagai kandidat.

Sayang, tak ada satu pun penyerang baru yang akhirnya mendarat di Camp Nou. Anehnya, dalam situasi begini, Barca malah meminjamkan Carles Perez (21), penyerang jebolan akademi La Masia, ke AS Roma hingga akhir musim ini.

Alhasil, stok personel lini depan Barca yang awalnya sudah ramping, kini terlihat lebih tipis. Selain duo Messi-Griezmann, Barca tinggal mempunyai Ousmane Dembele (22), dan dua penyerang muda jebolan akademi La Masia, yakni Ansu Fati (17) dan Abel Ruiz (20).

Jika Barca masih akan bersikukuh memakai formasi 3 penyerang, tentunya ini akan menjadi satu taruhan besar buat pelatih Quique Setien. Maklum, selain dihadapkan pada stok personel lini depan yang tipis, ada risiko tersendiri, dari tiap pilihan "nama ketiga" pendamping Messi dan Griezmann.

Diantara ketiganya, Ousmane Dembele mungkin punya profil paling meyakinkan. Maklum, kompatriot Griezmann di Timnas Prancis ini awalnya diplot manajemen Barca sebagai pengganti Neymar. Tak heran, mereka berani mengeluarkan dana 105 juta pounds, untuk memboyong pemenang Piala Dunia 2018 ini dari Borussia Dortmund.

Sayangnya, meski punya talenta menjanjikan, dan performa cukup baik, pemain jebolan akademi Rennes ini cukup akrab dengan cedera. Seperti diketahui, Dembele sempat beberapa kali absen cukup lama karena cedera. Inilah nilai minus yang membuat Dembele terlihat meragukan untuk melengkapi formasi trisula lini depan Barca.

Nama kedua adalah Ansu Fati (17), talenta menjanjikan jebolan akademi La Masia generasi terkini. Meski masih belia, pemain berpostur ramping ini tampil cukup baik tiap diberi kesempatan. Terbukti, namanya belum lama ini tercatat sebagai pencetak gol termuda di ajang Liga Champions, berkat gol kemenangan yang dicetaknya ke gawang Inter Milan.

Catatan menjanjikan, plus bakat besar yang dimiliki tentunya membuat Ansu Fati terlihat berada di "pole position.  Jika rutin mendapat kesempatan bermain dengan penyerang sekaliber Lionel Messi dan Antoine Griezmann, kemampuannya pasti akan makin terasah dan berkembang pesat. Bukan tak mungkin Ansu Fati akan menjadi bintang Barca berikutnya di masa depan.

Tapi, meski punya bakat menjanjikan, mengingat usianya yang masih belia, Barca perlu berhati-hati dalam mengorbitkan Fati. Supaya, kegagalan di masa lalu tak kembali terulang.

Seperti diketahui, di masa lalu, meski sukses mengorbitkan Lionel Messi menjadi seorang bintang lapangan, pada saat hampir bersamaan, Barca juga harus rela mendapati, Giovani Dos Santos dan Bojan Krkic layu sebelum berkembang lebih jauh. Padahal, keduanya sama-sama dianggap sebagai lulusan akademi La Masia dengan bakat menjanjikan. Kini, keduanya sama-sama menjalani kiprah di MLS.

Diantara ketiganya, Abel Ruiz boleh dibilang menjadi "alternatif terakhir", karena punya profil paling "tidak meyakinkan". Maklum, ia belum sempat mencatat satu penampilan pun bersama Barca musim ini. Tapi, bukan berarti ia layak dikesampingkan begitu saja, karena, dengan catatan "nol penampilan" nya, ia bisa menjadi kejutan tersendiri yang luput dari sorotan lawan.

Tapi, terlepas dari siapapun "nama ketiga" yang nantinya mengisi lini depan Barca, menarik ditunggu, apakah lini depan Barca akan tetap tajam, atau Setien justru akan melakukan perubahan taktik, untuk mengakali komposisi lini depan Barca yang tipis.

KEMBALI KE ARTIKEL