Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humor

Sahabat Pena, Lalu Sahabat Apa?

10 Mei 2012   03:55 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:29 450 1
1980-an dan sebelumnya : ABG menunjukkan identitas dirinya di kolom sahabat pena yang biasanya menjadi rubrik di majalah-majalah remaja. PT Pos Indonesia pun saat itu menerbitkan majalah Sahabat Pena. Ada juga beberapa orang yang berinisiatif menerbitkan daftar orang yang mencari sahabat pena. Banyak orang yang berkumpul di kantor pos untuk mengirimkan surat untuk sahabat (-sahabat) penanya. Banyak juga orang yang menulis hobinya adalah korespondensi, yang artinya ya kirim-kiriman surat dengan sahabat penanya.

Masa Kini : mungkin sudah sangat jarang menemukan orang yang kegiatannya adalah sahabat pena. Orang bisa saja bersahabat melalui surat dengan saling kirim e-mail, namun istilah sahabat pena hilang dan belum digantikan dengan sahabat surat elektronik, atau e-sahabat atau semacamnya. Orang mengabari orang lain dengan cara membuat status di facebook atau ngetwit. Namun uniknya tidak ada orang yang menyatakan hobinya membuat status di facebook atau ngtwit seperti dulu orang menyatakian hobinya korespondensi.

Bedanya apa ya?

Jaman sahabat pena orang menebak kepribadian sahabatnya dari tulisan di suratnya, lalu kertas surat yang dipakai. Kalau sekarang, tidak begitu lagi karena ditulis dengan menggunakan jenis huruf yang disediakan dan kertas pun sudah berganti dengan layar komputer.

Jaman sahabat pena, baru pada surat kedua atau ketiga bisa memperoleh foto sahabat pena kita dan biasanya ditulis di amplopnya "Jangan Dilipat". Sekarang, sebelum kenal saja sudah bisa lihat fotonya di facebook.

Jaman sahabat pena yang ditanya informasi seputar di mana sekolah dan terkadang ditanya ikut kegiatan apa. Sekarang yang ditanya no hp plus no pin.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun