Mohon tunggu...
KOMENTAR
Raket Pilihan

Jagat Badminton Memanas, "Salam Ea Ea Ea" Khas Indonesia Diklaim Malaysia?

1 Juli 2022   09:00 Diperbarui: 1 Juli 2022   09:17 979 11

Turnamen badminton Malaysia Open Super 750 yang sedang bergulir sejak 28 Juni 2022 berlangsung seru dan menarik. Para pebulutangkis terbaik dunia yang sebagian besar telah turun di seri Indonesia pekan sebelumnya kembali saling jegal sejak babak awal.

Akibatnya sejumlah kejutan terjadi. Beberapa unggulan tumbang lebih dini. Termasuk jagoan tuan rumah Lee Zi Jia. Sang juara Asia tersebut dikalahkan oleh tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rustavito.

Namun, panasnya turnamen tak hanya terjadi di dalam lapangan. Bukan hanya antar pebulutangkis yang bertanding memperebutkan gelar juara. Melainkan  turut melibatkan pula sentimen antara badminton lovers (BL) Malaysia dan Indonesia.

Sesuatu telah menyulut sumbu "love-hate relationship" antar pendukung dua negara. Adalah "Salam Eaeaea" yang menjadi penyebabnya.

Seperti diketahui bersama salam tersebut merupakan chant atau seruan khas penonton badminton Indonesia yang selalu terdengar setiap kali laga turnamen bulutangkis digelar di tanah air. Popularitasnya setara dengan tepukan khas penonton Indonesia yang biasa digelorakan untuk mendukung para pebulutangkis tanah air, yakni "Indonesia! prok prok prok prok!"

"Salam Eaeaea" menguar kencang mengikuti setiap pukulan raket yang dilayangkan oleh para pebulutangkis yang sedang bertanding. Semakin banyak dan kencang pukulannya, semakin sering dan keras pula "Salam Ea ea ea" terdengar.

Pada akhirnya salam dikenal dikenal luas oleh para pebulutangkis dunia sebagai ciri khas  dan identias suporter Iindonesia. Sekaligus menjadi daya tarik istimewa dalam setiap turnamen badminton dunia yang digelar di Indonesia. Bahkan, tak jarang pendukung Indonesia yang menonton pertandingan di luar negeri pun ikut membawa "Salam Ea ea ea".

Begitu ikoniknya "Salam Ea ea ea" sehingga beberapa tahun lalu muncul tagar #EaforIndonesia yang menjadi slogan Indonesia Open saat masih berlabel superseries.

Kini, "Salam Eaeaea" ternyata juga menggemba kencang di arena Malaysia Open 2022. Diserukan oleh para pendukung tuan rumah untuk menyertai aksi para pebulutangkis, terutama jagoan tuan rumah.

Fakta itulah yang  kemudian menyulut sentimen sebagian BL Indonesia yang menganggap  Malaysia telah mengambil dan mengklaim "Salam Eaeaea". Seketika media sosial dibuat ramai. Akun instagram resmi BWF (Federasi Badminton Dunia) dan BAM (Asosiasi Badminton Malaysia) menjadi sasaran BL Indonesia untuk menyuarakan keberatan.

Jejak-jejak komentar ditinggalkan oleh sejumlah pendukung Indonesia di beberapa unggahan BWF dan BAM. Rata-rata berisi anggapan bahwa Malaysia telah melakukan plagiasi dan meminta BL negeri jiran agar tidak mengklaim "Salam Eaeaea".

Tak terima dengan anggapan tersebut, sebagian BL Malaysia memberikan pembelaan bahwa seruan yang mereka lantangkan bukan berbunyi "Eaeaea" melainkan "hiya hiya hiya".
Kemiripan bunyi yang agak susah dibuktikan tersebut justru membuat sentimen para pendukung memanas. Sindiran-sindiran pun terus bermunculan hingga sekarang.

Meski banyak BL dua negara tetap bersikap santai dan saling memahami kelaziman "Salam Ea ea ea" sebagai nyanyian yang bisa dilangtangkan oleh siapapun, tapi sebagian BL lain menganggapnya sebagai hal yang sensitif.

Menariknya, akun instagram resmi BWF seolah menangkap sentimen BL Indonesia tersebut. Lewat sebuah unggahan video, BWF secara khusus menampilkan aksi Chou Tien Chen saat sedang melakukan pemanasan sambil diiringi seruan "Ea ea ea" yang digelorakan oleh pendukung Malaysia.

Tak ayal, semakin banyak BL Indonesia yang merasa kesal. Mereka menganggap BWF sedang ikut "memancing" ketersinggungan.

Namun, banyak yang berpikir positif bahwa unggahan itu merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi dari BWF untuk kekuatan badminton Indonesia yang berhasil menciptakan dan menularkan tren "Salam Ea ea ea" sehingga diikuti oleh penonton dari negara lain. Serupa dengan beberapa yel-yel dalam sepakbola yang awalnya muncul dari segelintir pendukung suatu tim atau negara, tapi akhirnya menjadi tren global yang mewarnai sepakbola dunia.

"Salam Ea ea ea" yang kini dibunyikan dengan lantang di arena Malaysia Open sepantasnya membuat kita bangga. Sebab itu meneguhkan kebesaran badminton Indonesia  yang ternyata tidak hanya melahirkan banyak jagoan dunia dan mengekspor sederet pelatih terbaik, tapi juga berhasil menularkan seruan "Ea ea ea" ke banyak arena sehingga badminton dunia menjadi semakin bergelora.

Untuk urusan bulutangkis, Indonesia memang selalu punya tempat dan peran istimewa.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan