Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Konsistensi Dalang Wayang Kardus

27 April 2014   19:57 Diperbarui: 20 Oktober 2018   03:48 207 5

Selepas mengantar Kang Edie Bonggol Jagung menemui Ibu Ngatini di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen yang agak gelap sehabis diguyur hujan lebat sore hari menjelang maghrib, saya minta diturunkan di depan Masjid Agung Kebumen. Malam Minggu 26 April 2014 ini kebetulan di alun-alun ada pertunjukan musik oleh satu produsen sepeda motor yang tengah mengenalkan produk barunya. Dari kejauhan, sekilas nampak dua penyanyi perempuan tengah melantunkan lagu dangdut yang digemari. Entah berapa tahun tak pernah merasakan malam Minggu di alun-alun. Kaki beralaskan sandal jepit ini terus melangkah dan sesekali mata melihat suasana. Muda-mudi bercengkerama, Ada yang sambil menikmati hidangan dan... masya Allah. Di depan banyak orang, sepasang remaja berangkulan. Satu realitas malam yang hanya pernah didengar, kini ada di depan mata telanjang, Sangat jelas! Inikah sudut kecil rona wajah kotaku ???

 Sambil menarik nafas panjang dan memohon ampun kepada Sang Maha Kuasa, kakiku terus menelusur jalan beton yang dibuat saat Rustriningsih jadi Bupati Kebumen. Hati ini agak bergolak. Akh...sudahlah! Bukan aku tak peduli lagi, tapi badan terasa kian bergetar. Hari ini waktu tidurku memang tak lebih dari tiga jam. Bersiap diri mengemban misi Himpunan Perajin Anyaman Indonesia (Hipando) yang ditinggalkan begitu saja oleh dua pengurus terasnya, Ketua Umum dan Sekretaris Umum.



KEMBALI KE ARTIKEL