Mohon tunggu...
KOMENTAR
Fiksiana

Menunggu Hingga Senja Menyapa

17 September 2021   09:16 Diperbarui: 17 September 2021   09:19 80 1

MENANTI di ujung senja. Ini hal yang sering dan biasa aku lakukan. Menunggu dan menantimu di sini. Di pantai situs Nangasia. Ada cukup alasan untuk menyapa, menyulam kisah, lalu bersemai bersama lajunya waktu. Membelai dengan kasih, tercurah hanya kepada mu. Dirimu adalah alasan kenapa aku harus ada di sini.

Lambaian angin laut, deburan ombak memecah pantai dan birunya laut, menguatkan alasan untuk menantimu hingga senja menyapa. Tak pernah sedikitpun sesal mendera, kala dirimu tak pernah memenuhi janji. Tugas ku hanyalah menanti. Menunggumu yang tak pernah memberi kepastian.

Bukankah kita pernah bersama. Di sini. Ya, di pantai ini. Kala cinta bersemai. Mekar memberi harum semesta. Berdua menunggu senja. Sesaat air laut menyentuh ujung kaki kita yang sedang menikmati hari di ujung pantai. Kisah itu kini masih segar di benak. Tak terbesit sedikit pun untuk melupakannya. Biar pun waktu melaju, kisah itu masih mengharu biru di hamparan kisah lain yang berkelindan.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan