Mohon tunggu...
KOMENTAR
Hukum

Hukum sebagai Kebenaran Relatif

10 Juli 2020   22:13 Diperbarui: 11 Juli 2020   07:12 41 0

Drama demi drama disertai humor tuna gagasan terus menyeruak ke permukaan publik Indonesia. Babak demi babak, episode demi episode, seri demi seri selalu diserta dengan kegersangan kenegarawanan, alienasi kehendak antara pemimpin dengan yang dipimpin, disparitas berbagai kasus dengan penuntasannya agar tidak pilih tebang, kesatuan kehendak antara berbagai praktek kejahatan dengan komitmen pemberantasan kejahatan yang terkesan mesra berdampingan, kontradiksi antara sebab dengan akibat yang merusak akal sehat. Semua itu membentuk suatu kondisi yang melahirkan kebingungan sekaligus memproduksi kebodohan akut melalui operasi para buzer dan partisan orderan yang sangat tergantung dengan bayaran. Jangan heran bila Tuan hari ini bisa berlawan pada esok hari. Artinya, jangan pernah tanya siapa yang mereka bela karena sudah pasti kepenuhan perut diri sendiri, maksimal adalah kawan ngopi. 

KEMBALI KE ARTIKEL